Tambang Grasberg Stop Operasi Sebulan karena Longsor Malah Bikin Freeport Untung Besar

Tambang Grasberg Stop Operasi Sebulan karena Longsor Malah Bikin Freeport Untung Besar

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 24 Oktober 2025 – 21:11 WIB

Situasi penyelamatan tujuh karyawan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave Freeport Indonesia. (Foto: Dok: PTFI)

Situasi penyelamatan tujuh karyawan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave Freeport Indonesia. (Foto: Dok: PTFI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gara-gara longsornya tambang Grasberg Block Cave (GBC), produksi konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) anjlok. Lebih dari sebulan, tambang bawah tanah yang menjadi ujung tombak Freeport itu, harus menganggur. Perusahaan merugi?

Jawabannya, tidak. Dikutip dari Reuters, Jumat (24/10/2025), laba Freeport McMoRan yang menjadi perusahaan induk PTFI, justru naik di kuartal III-2025. Angkanya bahkan melampaui estimasi sejumlah analis di Wall Street.

Ternyata, melonjaknya laba Freeport McMoRan ini, dipantik kenaikan harga tembaga dunia. Fenomena itu cukup membantu keuangan Freeport yang dikhawatirkan terseok-seok gara-gara longsornya GBC.

Sepanjang kuartal III-2025, harga tembaga mengalami kenaikan yang lumayan,  dibandingkan tahun sebelumnya. Diikuti tren kenaikan permintaan dari sejumlah negara. Utamanya China, seiring komitmen pemerintah China menstabilkan pertumbuhan industri dan proyek pembangkit listrik tenaga air besar di Tibet.

Informasi saja, kala itu, harga realisasi rata-rata kuartalan untuk tembaga mencapai US$4,68 per pon. Naik tips ketimbang tahun sebelumnya sebesar 
US$4,30 per pon.

Sebelumnya, Freeport-McMoRan memperingatkan adanya penurunan penjualan dari tembaga dan emas konsolidasi di kuartal III 2025. Menyusul itu tadi, penghentian operasi tambang Grasberg yang dilongsori 800.000 metrik ton material basah pada 8 September 2025. Lumpur yang deras menambal tambang GBC, menewaskan 7 pekerja yang terjebak selama berhari-hari.

Produksi tembaga Freeport mencapai 912 juta pound yang dapat dipulihkan selama kuartal ketiga, dibandingkan 1,05 miliar pound yang dapat dipulihkan pada tahun sebelumnya.

Sedangkan produksi emas mencapai 287.000 ons yang dapat dipulihkan, dibandingkan 456.000 ons yang dapat dipulihkan pada tahun sebelumnya.

Freeport melaporkan, laba yang disesuaikan sebesar 50 sen per saham untuk tiga bulan, berakhir pada 30 September. Jauh lebih tinggi ketimbang estimasi rata-rata dari sejumlah analis, sebesar 41 sen.

Topik
Komentar

Visited 3 times, 1 visit(s) today