Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Jakarta April 2026

Tarif Angkutan Udara Picu Inflasi Jakarta April 2026

Icon_INILAH GOLD.png

Senin, 4 Mei 2026 – 21:51 WIB

Ilustrasi tiket pesawat. (Foto: Shutterstock)

Ilustrasi tiket pesawat. (Foto: Shutterstock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat inflasi pada April 2026 sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month). Kenaikan harga ini terutama dipicu oleh lonjakan tarif transportasi, khususnya angkutan udara.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menjelaskan bahwa kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,46 persen dengan andil terbesar mencapai 0,19 persen terhadap inflasi bulanan.

“Tekanan inflasi terutama berasal dari kelompok transportasi, khususnya tarif angkutan udara yang mengalami kenaikan cukup tinggi,” kata Kadarmanto, Senin (4/5/2026).

Secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), inflasi Jakarta mencapai 1,12 persen. Meski terjadi kenaikan pada April, tingkat inflasi tercatat lebih rendah dibandingkan periode Ramadan dan Lebaran.

Andil Kelompok Pengeluaran Lainnya

Selain transportasi, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami inflasi 0,88 persen dengan andil 0,09 persen. Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mencatat inflasi 0,52 persen dengan andil 0,03 persen.

Di sisi lain, sejumlah kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi yang membantu menahan laju inflasi. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami deflasi 0,36 persen, sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun 0,69 persen.

Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi

Secara komoditas, tarif angkutan udara menjadi penyumbang utama inflasi dengan kenaikan 14,94 persen dan andil 0,15 persen. Kenaikan juga terjadi pada beras, ayam goreng, minyak goreng, dan bensin yang masing-masing menyumbang sekitar 0,05 persen.

Sementara itu, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti daging ayam ras, emas perhiasan, cabai rawit, angkutan antarkota, dan telur ayam ras, yang turut meredam tekanan inflasi pada April.

Normalisasi Harga Pasca-Lebaran

Kadarmanto menambahkan, pola ini mencerminkan tren pasca-Lebaran, di mana harga-harga yang sempat naik saat Ramadan dan Lebaran mulai kembali normal.

“Kondisi ini menunjukkan adanya normalisasi harga pasca-Lebaran sehingga inflasi tetap terkendali,” pungkasnya.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 1 visit(s) today