Tersengat Isu Demo Lanjutan, IHSG Sempat Ambruk 3,3 Persen

Tersengat Isu Demo Lanjutan, IHSG Sempat Ambruk 3,3 Persen


Beda nasib dengan nilai tukar (kurs) rupiah yang menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) malah rebah 3,31 persen menjadi 7.571 saat pembukaan perdagangan Senin (1/9/2025).  

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), penurunan IHSG terjadi sekitar pukul 09.05 WIB. Hanya 19 saham yang mengalami kenaikan, 25 saham stagnan, dan 630 saham lainnya turun.

Kapitalisasi pasar di BEI tercatat Rp13.839,38 triliun. Saham-saham perbankan terpantau berguguran. Saham BBCA anjlok 4,02 persen, saham BBRI turun 4,44 persen, saham BMRI turun 4,65 persen. Sedangkan saham BBTN mengalami penurunan terparah yakni 5,38 persen.

Sementara 3 saham yang memimpin top gainers, adalah PT Tempo Intimedia Tbk (TMPO) naik 27,16 persen di Rp206, PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) milik pengusaha Haji Isam menguat 25 persen menjadi Rp3.850, dan PT Shield On Service Tbk (SOSS) menguat 16,79 persen menjadi Rp765.

Sekitar pukul 11.11 WIB, IHSG terpantau naik ke posisi 7.740,40 atau turun 1,12 persen dari posisi semula (7.800).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menerangkan, pekan lalu, sejatinya, masih terlihat aliran duit asing jumbo masuk ke IHSG. Tiba-tiba berbalik akibat ketidakpastian politik di dalam negeri.

Sejatinya, kata dia, dana asing dalam jumlah besar sudah siap nyemplung ke pasar modal Indonesia. Rupanya investor berhati-hati terkait independensi The Fed, setelah Presiden AS Donald Trump berupaya memecat Gubernur The Fed. Alhasil, inflow ke dana ekuitas global menjadi turun.

Selain itu, harga emas spot melonjak hingga US$3.448,5 per troy ounce, rekor tertinggi sepanjang sejarah. Kedua isu itu, mendorong investor berbelanja emas. 

Visited 2 times, 1 visit(s) today