Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan membangun Sekolah Garuda di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Sekolah ini akan mengintegrasikan pendidikan berbasis sains dan teknologi dengan pelestarian ekosistem lokal, khususnya hutan mangrove yang menjadi ciri khas daerah tersebut.
“Keberadaan mangrove di Mempawah membuka peluang besar bagi pengembangan riset lingkungan, terutama terkait penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture dan carbon storage),” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie usai meninjau lahan pembangunan bersama Bupati Mempawah, Rabu (27/8/2025) dikutip dari Antara.
Dari lahan seluas 24 hektare yang disiapkan, hanya sekitar 2,01 hektare digunakan untuk bangunan sekolah. Sisanya tetap dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian lokal, seperti nanas dan jahe.
“Kami ingin menjaga keseimbangan. Pembangunan sekolah ini tidak boleh menghilangkan identitas daerah dan aktivitas masyarakat. Justru harus bekerja sama agar ekosistem dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.
Stella menegaskan, perguruan tinggi di Kalbar, termasuk Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, akan dilibatkan untuk mendukung kurikulum, penelitian, dan kolaborasi dengan masyarakat.
Sekolah Garuda merupakan program strategis nasional pendidikan unggulan berbasis riset sains dan teknologi dengan sentuhan kearifan lokal. Tahap pertama pembangunan sedang berlangsung di Belitung Timur (Babel), Soe (NTT), Kalimantan Utara, dan Sulawesi Tenggara, dengan target selesai Juni 2026.
“Kalbar akan masuk batch kedua pembangunan. Untuk Mempawah, sertifikat lahan milik pemda sudah lengkap sehingga memudahkan proses lanjutan,” jelas Stella.
Dengan konsep tersebut, Sekolah Garuda diharapkan menjadi pusat pendidikan unggul sekaligus pusat inovasi berbasis ekosistem yang mengajarkan generasi muda pentingnya menjaga alam dan mengembangkan ilmu pengetahuan serta teknologi.











