Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan wartawan usai Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol, Perjanjian Penjaminan dan Perjanjian Regres Jalan Tol Bogor-Serpong via Parungdi Kementerian PU, di Jakarta, Jumat (3/10/2025). (Foto: Antara/Aji Cakti)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiagakan alat berat untuk membantu evakuasi bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk.
“Kemarin baru boleh masuk alat-alat berat, alat berat kami sudah disiagakan (stand by) di sana, namun untuk sementara saat ini (fokus) pada tanggap darurat terlebih dahulu,” kata Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Saat ini berbagai pihak, katanya lagi, berfokus pada tanggap darurat bangunan mushala ambruk di Ponpes Al Khoziny.
“Ini fokus tanggap darurat dulu, nanti setelah selesai baru kita kemudian bicara masalah kenapa sampai kejadian ini terjadi dan bagaimana supaya ke depan tidak terjadi lagi,” kata Dody.
Terkait soal Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pengelolaannya di pemerintah daerah (pemda) masing-masing. Menurut dia, Kementerian PU hanya menyiapkan sistemnya dan jika terkait PBG, maka Kementerian PU selalu melibatkan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
“Karena ponpes di bawah Kementerian Agama jadi kita mesti duduk bertiga, yakni Kementerian Agama, Kemendagri, dan kita Kementerian PU sebagai yang mengelola sistemnya, tapi bertiga harus aktif jadi bagaimana supaya ke depan peristiwa ini tidak terjadi lagi,” terang dia.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mulai Kamis memasuki tahap evakuasi korban meninggal dunia dengan bantuan alat berat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa keputusan itu diambil setelah tim SAR gabungan tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan bangunan empat lantai tersebut.
Berdasarkan data BNPB, hingga Kamis sore tercatat total 108 korban telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 30 orang masih dirawat di rumah sakit, 73 orang sudah diperbolehkan pulang, lima meninggal, sementara sekitar 58 orang lainnya masih dalam pencarian.














