Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Dokumentasi: Kemensos)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ratusan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan puluhan petugas kena sanksi juga pecat usai ketahuan tak bertanggung jawab dalam bertugas, malah tepergok mengakali para penerima manfaat.
“Perlu saya laporkan di tahun 2025 ini, kita memberikan peringatan kepada hampir 500 pendamping PKH yang bekerja tidak sesuai prosedur, yang bekerja nakal, yang bekerja malah justru memanfaatkan kesempatan untuk membodohi KPM (Keluarga Penerima Manfaat),” kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Tangerang Selatan, Minggu (19/10/2025).
Gus Ipul menerangkan, dari ratusan pendamping yang bermasalah tersebut, 49 orang di antaranya telah diberhentikan.
“Ada 500 lebih yang kita beri peringatan, hampir 500 yang beri kita peringatan, 49-nya di antaranya kita berhentikan. Sisanya ada peringatan 1, peringatan 2. Ini lewat sidang komisi etik,” jelasnya.
Gus Ipul pun menyampaikan pesan Presiden Prabowo agar semua pihak bergandengan tangan mewujudkan program pemerintah yang menyejahterakan rakyat.
“Oleh karena itu pesan Presiden, tolong kita semua gandeng tangan untuk mewujudkan cita-cita Bapak Presiden meningkatkan kesejahteraan sosial lewat bantuan-bantuan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Dia juga meminta Seskab Teddy Indra Wijaya untuk terlibat langsung dalam komisi etik di Kementerian Sosial. Ia menilai keterlibatan Teddy penting untuk meningkatkan kapasitas para pendamping PKH sesuai arahan Presiden.
“Dan saya terus terang hari ini, saya ingin meminta kesediaan Pak Teddy sekali lagi ke depan ini menjadi salah satu anggota komisi etik untuk mendampingi dan membimbing teman-teman pendamping. Jadi sesuai arahan Presiden, teman-teman pendamping harus meningkatkan kapasitasnya melalui pelatihan-pelatihan,” ungkapnya.














