Marquinhos dari Paris Saint-Germain mengangkat trofi Liga Champions UEFA setelah kemenangan timnya, untuk mengamankan gelar Liga Champions UEFA pertama bagi Paris Saint-Germain dalam sejarah klub dan rekor skor kemenangan Final Liga Champions UEFA 5-0, menyusul Final Liga Champions UEFA 2025 antara Paris Saint-Germain dan FC Internazionale Milano di Munich Football Arena pada tanggal 31 Mei 2025 di Munich, Jerman. (Foto: Carl Recine/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Paris Saint-Germain (PSG) mengumumkan rekor pendapatan klub sebesar 837 juta euro (setara Rp16,19 triliun) untuk musim 2024-2025. Pengumuman hasil keuangan ini disampaikan oleh sang juara Liga Champions pada Selasa (28/10/2025).
Pencapaian finansial ini, yang melampaui rekor pendapatan mereka sebelumnya sebesar 806 juta euro (sekitar Rp 15,6 triliun), didorong oleh musim paling sukses dalam sejarah klub.
Musim 2024-2025 tercatat sebagai musim bersejarah bagi PSG, di mana mereka berhasil meraih gelar Liga Champions untuk pertama kalinya. Tak hanya itu, mereka juga menyapu bersih trofi domestik dengan menjuarai Ligue 1, Piala Prancis, dan Trophee des Champions, sebelum akhirnya kalah di final Piala Dunia Antarklub.
Klub Ligue 1 tersebut, yang berada di peringkat ketiga dalam Deloitte Football Money League pada bulan Januari, merinci bahwa rekor pendapatan ini didukung oleh pendapatan komersial sebesar 367 juta euro (sekitar Rp 7,1 triliun).
Selain itu, pendapatan dari hari pertandingan (matchday) juga menyumbang 175 juta euro (sekitar Rp 3,38 triliun), ditopang oleh fakta bahwa stadion Parc des Princes telah terjual habis dalam 170 pertandingan berturut-turut.
“Kinerja ini menunjukkan kematangan proyek sejak kedatangan pemegang saham utamanya, QSI (Qatar Sports Investments), dan mengonfirmasi soliditas model ekonomi klub, yang kini termasuk paling sukses di dunia,” tulis PSG dalam sebuah pernyataan resmi.
Qatar Sports Investments mengambil alih kepemilikan klub tersebut pada tahun 2011.
Meskipun meraih rekor pendapatan, PSG mengonfirmasi bahwa mereka tetap mencatatkan kerugian tahunan. Pihak klub tidak mengungkapkan berapa angka defisit untuk musim ini. Sebagai perbandingan, pada musim lalu, PSG melaporkan kerugian sekitar 60 juta euro (sekitar Rp 1,16 triliun).














