Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM). (Foto: nst)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Mantan Sekretaris Jenderal Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Seri Azzuddin Ahmad, memberikan peringatan keras kepada FAM agar tidak melanjutkan kasus skandal tujuh pemain naturalisasi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Menurut Azzuddin, langkah nekat menantang FIFA di CAS justru bisa berakibat fatal dan berpotensi memicu sanksi yang jauh lebih berat, termasuk kemungkinan pembekuan FAM sebagai asosiasi.
Peringatan ini menyusul sikap keras pemilik JDT, Tunku Mahkota Johor (TMJ), yang bersumpah akan melawan keputusan FIFA di CAS dan menuding sanksi tersebut bermotif politik.
“Untuk saat ini, FAM hanya didenda, dan tujuh pemain telah diskors selama 12 bulan,” kata Azzuddin saat pada acara “Walk with the King of Sports Al-Sultan Abdullah”, Rabu (5/11/2025) dikutip dari The Star.
“Tapi saya khawatir FAM bisa diskors juga,” tegasnya.
Azzuddin menilai, upaya banding ke CAS ibarat “melawan arus”, karena menurutnya FIFA telah membeberkan semua bukti pelanggaran dengan sangat jelas.
“Sepertinya kita melawan arus karena semua bukti sudah dibeberkan di depan kita oleh FIFA. Jadi apa lagi yang mau kita pertanyakan?” ujarnya.
Ia juga secara tidak langsung membantah tudingan TMJ yang menyebut keputusan FIFA bermotif politik. Azzuddin menegaskan bahwa FIFA adalah lembaga independen yang aturannya sangat jelas.
“Jelas bahwa FIFA tidak memiliki kaitan atau hubungan apa pun dengan pengaruh politik dari pihak mana pun. Statuta dan peraturan mereka sangat jelas. Maaf, tetapi jika Anda melanggar aturan mereka, Anda harus menghadapi konsekuensinya,” papar Azzuddin.
Oleh karena itu, ia menyarankan FAM untuk menerima nasib, membayar denda, dan tidak menghabiskan banyak uang untuk proses banding di CAS yang berisiko tinggi. Menurutnya, hukuman saat ini masih lebih baik daripada risiko penghentian total aktivitas sepak bola di Malaysia.
“Dari sudut pandang pribadi, kita harus menerima hukuman apa pun yang telah kita terima karena masih ada kemungkinan kita mendapat hukuman yang lebih berat,” katanya.
“Saat ini di level asosiasi, kita masih baik-baik saja, aktivitas sepak bola masih bisa berlanjut dan liga kita masih bisa berjalan. Tapi jika FAM dibekukan, semua liga kita akan terhenti. Jadi bayangkan implikasinya,” tutupnya.













