Panpel Persija Bingung dengan Kebijakan Ngawur Erick Thohir saat Ganti Rumput JIS

Panpel Persija Bingung dengan Kebijakan Ngawur Erick Thohir saat Ganti Rumput JIS

Haris Medium.jpeg

Sabtu, 6 Desember 2025 – 15:35 WIB

 Jakarta International Stadium (JIS). (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda).

Jakarta International Stadium (JIS). (Dokumentasi: Inilah.com/ Harris Muda).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief kembali mengungkit persoalan pergantian rumput Jakarta International Stadium (JIS) pada perhelatan Piala Dunia U-17 2023.

Menurutnya, keputusan yang diambil saat itu justru membuat kondisi lapangan kini sulit kembali optimal.

Kritik yang dilontarkan Ferry berangkat dari pernyataan Menpora sekaligus Ketum PSSI Erick Thohir yang menegaskan JIS merupakan aset Pemerintah Daerah.

Namun, baginya, pernyataan itu tidak sejalan dengan kejadian pada 2023, ketika rumput stadion diganti demi kepentingan penyelenggaraan turnamen.

“Bagaimana supaya rumput ini benar-benar bisa digunakan Persija secara permanen dan kontinu? Namun, di sisi lain, saya juga bertanya, kalau memang ini aset Pemda, kenapa waktu itu diganti rumputnya?,” kata Ferry mempertanyakan beberapa waktu lalu.

Menurut Ferry, saat pembangunan JIS, mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan sudah menyesuaikan media tanam dan rumput JIS dengan kondisi cuaca di sekitaran JIS. Namun, semua itu dirombak.

“Padahal, Pak Anies (Baswedan) waktu itu sudah membangun stadion dengan rumput dan media tanam yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia,” ujar Ferry beberapa waktu lalu.

Ferry menjelaskan situasi rumput yang tidak lagi ideal membuat pihaknya harus memikirkan berbagai opsi agar JIS kembali layak dipakai untuk pertandingan.

“Dan sekarang, ketika ini sudah tidak bisa dipakai dengan normal, kami yang harus memikirkan lagi bagaimana apakah harus diganti lagi, atau perawatan yang diubah, atau bagaimana sisi perawatannya itu yang harus kita pelajari lagi,” lanjutnya.

Ferry juga mempertanyakan perkembangan komunikasi dengan pihak Jakarta Propertindo (JAKPRO) selaku pengelola stadion.

“Apabila dari JAKPRO ada kabar terbaru untuk kapan bisa dipakai dan teknologi apa yang bisa digunakan agar rumputnya bisa cepat digunakan? Sejauh ini, dari pihak sana selalu mengemukakan masalah cahaya matahari,” katanya.

“Tapi, kalau saya melihat, kelihatannya bukan hanya sesimpel itu. Kelihatannya memang jenis rumput dan media tanamnya, kita harus mencari second opinion,” tegas Ferry.

Karena itu, ia mendorong agar ada pihak independen yang benar-benar ahli untuk turun melakukan penilaian objektif terhadap kondisi rumput.

“Jadi, kami meminta pihak lain di luar JIS untuk datang ke sana. Pihak tersebut harus yang benar-benar ahli, tidak ada kepentingan politis apa pun. Dia harus memberikan pernyataan, apa yang harus dilakukan agar semua tim yang bermain di sana bisa dengan mudah memakai tanpa ada kerusakan apa pun,” tutupnya.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today