MUI Desak Usut Video Lawas Mimi Peri Incar ‘Anak Kampung’, KH Cholil Nafis: Lapor Polisi!

MUI Desak Usut Video Lawas Mimi Peri Incar ‘Anak Kampung’, KH Cholil Nafis: Lapor Polisi!

Selebgram Mimi Peri (pemilik nama asli Ahmad Jaelani) tengah menjadi sorotan tajam publik hingga menuai kecaman keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Gelombang protes ini bermula dari beredarnya kembali potongan video lawas wawancaranya bersama artis Nikita Mirzani, yang dinilai meresahkan karena memuat pengakuan terkait perilaku penyimpangan seksual.

Dalam video yang kini tengah viral di media sosial tersebut, Nikita Mirzani awalnya menyinggung ancaman penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS, yang rentan terjadi pada pelaku hubungan sesama jenis. Menjawab pertanyaan tersebut, Mimi Peri dengan santai mengaku memiliki “cara tersendiri” untuk memproteksi diri dari penyakit tersebut.

Secara terang-terangan, pria berusia 36 tahun itu menyatakan bahwa ia sengaja menghindari orang-orang yang tinggal di perkotaan dan lebih memilih menargetkan pemuda dari pedesaan.

“Aku takut, cuma kan aku nggak pernah ngambil orang kota. Jadi kayak anak-anak kampung gitu kan. Kalau misalkan anak-anak kampung kan dia bersih, nggak ada HIV-HIV kayak gitu,” ungkap Mimi Peri dalam potongan video tersebut.

Lebih lanjut, Mimi Peri mengklaim dirinya merasa aman karena latar belakang pekerjaan sasarannya yang dinilai jauh dari pergaulan bebas kota besar. “Ya karena kan pergaulannya tahu. Paling cuma nyupir doang,” tuturnya. Ia juga berdalih bahwa interaksi tersebut terjadi atas dasar suka sama suka tanpa adanya unsur paksaan.

Kecaman Keras MUI dan Seruan Boikot

Pernyataan yang dinilai merendahkan martabat kelompok masyarakat tertentu dan menormalisasi perilaku menyimpang ini langsung memantik reaksi keras. Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI, KH Cholil Nafis, secara tegas mengecam peredaran video tersebut karena membawa dampak destruktif bagi moralitas publik.

“Astaghfirullah, meski video tak lengkap tapi kesan saya ini penyebar video tak sehat. Dan perilakunya sepertinya membahayakan bagi perkembangan anak dan jenis kelamin,” tegas KH Cholil Nafis merespons viralnya video tersebut dalam akun X/Twitternya.

KH Cholil Nafis juga mendesak agar penyebaran konten semacam ini segera dihentikan dan meminta aparat penegak hukum untuk memantau pergerakan kasus ini. “Saya minta para netizen ini dilacak dan distop ya. Kalau ada korban, bisa dilaporkan ke polisi,” tegasnya.

Kemarahan publik turut disuarakan oleh rekan sesama figur publik. Influencer Deas Lyna melalui unggahan media sosialnya pada Rabu (4/3/2026) menyatakan kemuakannya dan menyerukan pemboikotan. “Yang kayak gini mesti diboikot, jangan lagi jadi idola,” kritiknya tajam.

Hingga saat ini, kolom komentar di berbagai platform media sosial terus dibanjiri desakan warganet agar aparat kepolisian segera turun tangan mengusut pengakuan Mimi Peri, guna memastikan tidak ada korban eksploitasi di balik klaim sang selebgram.

Visited 4 times, 1 visit(s) today