Di Depan DPR, Purbaya Jamin Harga BBM tak Bergerak sampai Akhir Tahun

Di Depan DPR, Purbaya Jamin Harga BBM tak Bergerak sampai Akhir Tahun

Nebby Medium.jpeg

Senin, 6 April 2026 – 11:59 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan awak media usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (27/3/2026).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meskipun harga minyak mentah dunia tengah berfluktuasi akibat konflik di Timur Tengah.

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam rapat itu, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mempertanyakan kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan harga minyak global, termasuk dalam skenario harga minyak mentah mencapai US$80 hingga US$100 per barel.

“Ini memastikan lagi exercise di harga US$80,US$90, dan US$100 negara siap ya pak? sampai akhir tahun?,” tutur Misbakhun.

Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun.

“Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi,” kata Purbaya menjawab Misbakhun.

Ia menjelaskan, ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah diperhitungkan melalui berbagai skenario, termasuk jika harga minyak mentah dunia melampaui asumsi makro yang ditetapkan sebesar US$70 per barel dalam APBN 2026.

Menurut dia, simulasi risiko telah disiapkan untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak pada kisaran US$80 hingga US$100 per barel sepanjang tahun.

“Kita sudah siapkan sampai akhir tahun asumsi rata-rata US$100. Kita masih kuat dengan eksisting yang ada. Dan kalau kepepet masih ada lagi bantalan jadi negara kita aman,” ucap Purbaya.

Pemerintah menilai, dengan sejumlah bantalan fiskal yang tersedia, stabilitas subsidi energi masih dapat dijaga di tengah tekanan global.

Alokasi Anggaran Rp100 T

Sebelumnya, Purbaya menyatakan kalau pemerintah mengalokasikan tambahan subsidi sekitar Rp90 triliun hingga Rp100 triliun, di luar dana kompensasi.

“Rp 90 triliun sampai Rp100 triliun. Itu subsidi. Kompensasi lain lagi itungannya, nanti deh detailnya saya lupa,” ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Sebagai catatan, pemerintah sebelumnya telah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp210,1 triliun dalam APBN 2026. Jika digabung dengan kompensasi, total anggaran untuk ketahanan energi mencapai Rp381,3 triliun. Namun, angka-angka ini diprediksi masih akan berubah mengikuti kondisi pasar global.

Sementara itu, ekonom Senior CORE Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai tambahan subsidi BBM sebesar Rp100 triliun yang disiapkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpotensi membengkak. Hal ini dipicu oleh gejolak harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah yang terus tertekan.

Ishak merinci, dengan harga minyak di kisaran 105 dolar AS per barel dan kurs Rp17.000 per dolar AS, kebutuhan subsidi dalam sembilan bulan ke depan diperkirakan jauh melampaui cadangan pemerintah.

“Dengan asumsi harga minyak sekarang 105/Barel dan kurs Rp17.000 per dolar USD diperkirakan dalam 9 bulan ke depan tambahan kebutuhan subsidi mencapai sekitar Rp143 triliun. Ini melampaui angka Rp100 triliun yang disiapkan Menkeu,” ujar Ishak kepada Inilah.com, Sabtu (4/4/2026).

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 12 times, 1 visit(s) today