Anak Susah Belajar? Mungkin Salah Orang Tua yang Malas Cek Mata

Anak Susah Belajar? Mungkin Salah Orang Tua yang Malas Cek Mata

Ibnu Medium.jpeg

Senin, 18 Mei 2026 – 13:08 WIB

Marcus Fernaldi Gideon, mendampingi putrinya saat menjalani pemeriksaan mata anak di Optik Tunggal Next Generation Kelapa Gading pada 16 Mei 2026. (Foto: Optiktunggal)

Marcus Fernaldi Gideon, mendampingi putrinya saat menjalani pemeriksaan mata anak di Optik Tunggal Next Generation Kelapa Gading pada 16 Mei 2026. (Foto: Optiktunggal)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Intensitas aktivitas visual anak yang semakin tinggi melalui penggunaan gawai, tablet, hingga rutinitas belajar digital memicu lonjakan risiko gangguan penglihatan sejak usia dini. 

Para ahli memperingatkan bahwa paparan layar digital tanpa pengawasan dan pemeriksaan rutin dapat berdampak buruk pada tumbuh kembang anak secara keseluruhan.

Penasihat Ahli dari Centro Escolar University, Manila, Filipina, Dr. Scarlett Cacayuran Salva, O.D., menegaskan bahwa deteksi dini terhadap gangguan penglihatan memiliki peran yang sangat krusial.

“Gangguan penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi kemampuan belajar anak, kemampuan motorik, pemahaman membaca, hingga perkembangan mereka secara keseluruhan. Karena itu, intervensi sejak awal sangat penting untuk membantu mendukung perkembangan visual anak yang sehat,” tegas Dr. Scarlett dalam keterangannya, Sabtu (16/5/2026).

Lebih lanjut, Dr. Scarlett menjelaskan bahwa prosedur pemeriksaan visual pada anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Anak-anak sering kali belum memahami konsep penglihatan yang normal atau jelas, sehingga mereka kesulitan mendeskripsikan keluhan atau rasa tidak nyaman pada matanya.

Oleh karena itu, cara yang tepat untuk memeriksa mata anak adalah melalui metode pediatric vision screening. “Proses screening harus dilakukan melalui observasi yang cermat dan menggunakan metode pemeriksaan yang lebih ramah anak agar masalah penglihatan dapat terdeteksi lebih awal dan akurat,” tambahnya.

Merespons urgensi tersebut, Optik Tunggal menghadirkan program pemeriksaan mata anak dengan pendekatan standar internasional yang berlokasi di Optik Tunggal Next Generation Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. Fasilitas ini tercatat sebagai satu-satunya optik yang dirancang khusus untuk anak di Asia Tenggara.

Direktur Operasional Retail Optik Tunggal, Doli Rosmiaty, menyoroti bahwa kesadaran (awareness) orang tua terhadap pentingnya pemeriksaan mata anak secara berkala masih belum menjadi prioritas. Padahal, anak masa kini menghadapi beban visual yang jauh lebih berat dibanding generasi sebelumnya.

“Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa nyaman terlebih dahulu. Karena itu, kami membangun Optik Tunggal Next Generation bukan hanya sebagai optik anak, tetapi sebagai ruang pediatric vision care yang mempertimbangkan pengalaman anak secara menyeluruh,” ungkap Doli.

Pemeriksaan yang ditujukan bagi anak usia 5–12 tahun ini dilakukan langsung oleh optometris bersertifikat pediatric vision care. Dalam durasi sekitar 30 menit, anak tidak hanya menjalani pengecekan refraksi standar (minus, plus, dan silinder), tetapi juga dievaluasi aspek perkembangan visual dan kemampuan komunikasinya.

Untuk memastikan hasil yang optimal, proses pemeriksaan menerapkan pendekatan psychological safety serta metode komunikasi terintegrasi (play-integrated approach). Dengan fasilitas dan alat yang disesuaikan untuk usia anak (age-appropriate testing), proses pemeriksaan yang biasanya menegangkan dapat berubah menjadi pengalaman yang natural dan menyenangkan layaknya sedang bermain.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 6 times, 1 visit(s) today