Sempat tertinggal, Qatar sukses bangkit curi poin bersejarah lawan Swiss. Julen Lopetegui puji mentalitas pantang menyerah anak asuhnya di laga perdana. (Foto: NY Post)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Tim Nasional Qatar, Julen Lopetegui, tak bisa menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya usai anak asuhnya sukses mencetak sejarah baru. The Maroons berhasil menahan imbang wakil Eropa, Swiss, dengan skor 1-1 pada laga perdana Grup B Piala Dunia 2026 di Levi’s Stadium, Amerika Serikat, Minggu (14/6) dini hari WIB.
Hasil ini menjadi sangat bersejarah karena merupakan poin perdana yang diraih Qatar sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di putaran final Piala Dunia. Pada debut mereka sebagai tuan rumah di edisi 2022 lalu, Qatar harus pulang dengan tangan hampa tanpa raihan satu poin pun.
Mental Baja Menghadapi Raksasa Eropa
Dalam pertandingan tersebut, mental Qatar benar-benar diuji. Mereka tertinggal lebih dulu pada menit ke-17 akibat eksekusi penalti striker Swiss, Breel Embolo. Namun, armada Lopetegui menolak menyerah. Ketekunan mereka terbayar lunas saat Boualem Khoukhi mencetak gol penyeimbang yang dramatis di masa injury time (90+4′).
“Berada di sini saja sudah menjadi sebuah sejarah. Meraih satu poin hari ini melawan Swiss—yang bagi saya adalah salah satu tim terbaik di Eropa saat ini, sangat solid, dan memiliki pelatih serta pemain top dari liga-liga elite—adalah hal yang luar biasa penting,” ungkap mantan pelatih Real Madrid tersebut seusai laga, mengutip dari laman resmi FIFA.
Lopetegui juga memberikan apresiasi khusus terhadap mentalitas pantang menyerah skuad asuhannya di tengah gempuran pemain Swiss.
“Kami mampu bertahan melewati momen-momen sulit, kami tidak kehilangan ketenangan saat tertinggal. Pada akhirnya, kami mendapatkan imbalan dengan gol tersebut yang memberi kami poin yang belum pernah ada sebelumnya,” tambahnya.
Fokus Menatap Laga Kontra Tuan Rumah Kanada
Berkat hasil imbang bersejarah ini, Qatar kini duduk di peringkat ketiga klasemen sementara Grup B dengan koleksi satu poin. Posisi puncak untuk sementara dihuni oleh Swiss yang unggul secara alfabetis maupun parameter fair play, sementara peringkat kedua dan keempat diisi oleh Kanada serta Bosnia dan Herzegovina, yang di laga lainnya juga harus puas berbagi angka 1-1.
Tantangan Qatar selanjutnya tidak akan kalah berat. Pada laga kedua Grup B, skuad asuhan Julen Lopetegui sudah ditunggu oleh salah satu tuan rumah turnamen, Kanada, dalam laga krusial yang dipastikan akan berlangsung dengan tensi tinggi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.












