Tim nasional Skotlandia akan menghadapi ujian berat saat berjumpa Maroko pada laga kedua Grup C Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Boston, Foxborough, Sabtu (20/6) besok pukul 05.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi Skotlandia untuk semakin dekat mewujudkan impian yang belum pernah tercapai sepanjang sejarah mereka, yakni lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Meski telah delapan kali tampil di putaran final sejak 1954, Skotlandia belum pernah sekalipun berhasil melewati fase grup. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan kesembilan bagi Tartan Army untuk mematahkan kutukan tersebut.
Modal awal mereka cukup positif setelah meraih kemenangan 1-0 atas Haiti pada laga pembuka Grup C. Tambahan tiga poin atas Maroko akan membuka jalan besar menuju babak 32 besar.
Namun lawan yang dihadapi kali ini bukan tim sembarangan. Maroko datang dengan status semifinalis Piala Dunia 2022 di Qatar, pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola Afrika.
Tim berjuluk Singa Atlas itu mencatat sejarah empat tahun lalu setelah menyingkirkan Spanyol dan Portugal sebelum akhirnya terhenti di semifinal.
Pada laga pertama Piala Dunia 2026, Maroko juga menunjukkan kualitasnya dengan menahan imbang Brasil 1-1. Hasil tersebut membuat mereka datang dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi Skotlandia.
Bagi Skotlandia, pertandingan ini juga mengingatkan pada salah satu momen paling menyakitkan dalam sejarah sepak bola mereka. Pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat, mereka gagal lolos ke fase berikutnya meski tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan grup.
Kala itu Skotlandia mengalahkan Zaire dan bermain imbang melawan Brasil serta Yugoslavia. Namun mereka tersingkir karena kalah selisih gol dari Brasil.
Rekor pertemuan juga tidak berpihak kepada Skotlandia. Satu-satunya duel kedua negara terjadi pada Piala Dunia FIFA 1998 di Prancis.
Saat itu Maroko menang telak 3-0 melalui dua gol Salaheddine Bassir dan satu gol Abdeljalil Hadda. Kekalahan tersebut menjadi pertandingan terakhir Skotlandia di Piala Dunia sebelum akhirnya kembali tampil pada edisi 2026.
Kapten Skotlandia Andrew Robertson menilai Maroko merupakan salah satu tim terbaik yang akan mereka hadapi di fase grup.
“Maroko adalah tim yang fantastis. Kami harus fokus pada performa kami sendiri. Tujuan kami adalah memenangkan pertandingan ini, dan tujuan mereka juga sama. Semoga saat peluit akhir berbunyi, kamilah yang tersenyum,” ujar Robertson.
Di kubu Maroko, gelandang muda Samir El Mourabet menegaskan timnya datang dengan target meraih tiga poin demi memperbesar peluang lolos ke fase gugur.
“Kami mempersiapkan setiap pertandingan dengan cara yang sama. Kami datang untuk menang dan seluruh pemain berada dalam kondisi baik. Kami ingin membalas dukungan suporter dengan penampilan terbaik di lapangan,” kata pemain berusia 20 tahun tersebut.
Dengan sama-sama mengincar kemenangan yang dapat menentukan nasib mereka di Grup C, duel Skotlandia kontra Maroko diprediksi berlangsung sengit. Bagi Skotlandia, ini adalah kesempatan untuk mendekat ke sejarah baru. Sementara bagi Maroko, kemenangan akan menjadi langkah penting untuk kembali membuktikan bahwa pencapaian luar biasa mereka di Qatar bukanlah kebetulan.











