Libatkan Dokter Reisa hingga Bu Rudy, Miskonsepsi soal Micin Diluruskan

Libatkan Dokter Reisa hingga Bu Rudy, Miskonsepsi soal Micin Diluruskan

Ibnu Medium.jpeg

Rabu, 1 Juli 2026 – 10:13 WIB

Ilustrasi. Hoaks terkait bahaya konsumsi MSG. (Foto: Istock)

Ilustrasi. Hoaks terkait bahaya konsumsi MSG. (Foto: Istock)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Selama puluhan tahun, penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) atau yang kerap disebut micin, selalu lekat dengan stigma negatif dan sering dijadikan kambing hitam atas berbagai masalah kesehatan. Faktanya, berdasarkan rujukan medis, ancaman kesehatan nyata bagi masyarakat modern justru datang dari konsumsi gula dan garam yang berlebihan.

Guna meluruskan miskonsepsi publik yang tidak memiliki landasan ilmiah tersebut, PT Sasa Inti menggelar konferensi pers bertajuk “MSG: Satu Sendok, Sejuta Mitos” di Alun-Alun Surabaya, Selasa (30/6/2026). Kampanye edukasi ini menegaskan bahwa penggunaan MSG yang tepat tidak hanya aman dan lezat, tetapi justru menjadi solusi cerdas untuk memotong asupan natrium harian.

Merujuk pada data resmi U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kandungan natrium dalam MSG hanya sebesar 12 persen. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kadar natrium pada garam dapur biasa yang mencapai 40 persen.

Lebih lanjut, riset dalam Journal of Food Science mengungkapkan bahwa penggunaan MSG yang tepat dapat memangkas kebutuhan asupan garam dapur hingga 30 persen, sekaligus meningkatkan penerimaan rasa (palatability) pada makanan. Karena terbuat dari bahan alami hasil fermentasi tebu, MSG dapat menjadi mitra strategis untuk program diet sehat rendah gula dan garam tanpa mengorbankan cita rasa masakan.

“Kami ingin menggeser percakapan publik. MSG bukan musuh, melainkan solusi memasak praktis bagi keluarga Indonesia agar makanan sehat dan bergizi semakin lezat,” jelas Head of Marketing PT Sasa Inti, Albert Dinata.

Guna mendukung edukasi masif ini dan mematahkan klaim menyesatkan (hoaks) di masyarakat, Sasa juga meluncurkan situs web khusus msgyangbenar.sasa.co.id sebagai kanal validasi fakta medis seputar MSG.

WhatsApp Image 2026-07-01 at 09.53.17.jpeg

Libatkan Pakar Kesehatan dan Kuliner Lokal

Mitos bahwa MSG tidak aman dikonsumsi setiap hari telah dipatahkan oleh fakta lapangan. Sasa yang telah hadir lebih dari 50 tahun di Indonesia, turut menggandeng para pedagang kaki lima (hawkers) nasi goreng legendaris di Surabaya untuk membuktikan keamanan produk secara lintas generasi.

Para pedagang ini membuktikan bahwa dengan menambahkan Sasa MSG, mereka berhasil memangkas penggunaan gula dan garam secara drastis tanpa menghilangkan profil rasa gurih (umami) ikonik dari sajian mereka. Pengalaman kuliner sehat ini turut disajikan secara gratis bagi masyarakat yang memadati Alun-Alun Kota Surabaya.

WhatsApp Image 2026-07-01 at 09.53.18.jpeg

Acara edukasi kesehatan ini juga menghadirkan diskusi panel komprehensif yang diisi oleh sederet pakar, di antaranya pakar kesehatan dr. Reisa Broto Asmoro, Dietisien Mochamad Rizal, S.Gz, MS, Chef Martin Praja, serta ikon kuliner kebanggaan Surabaya, Bu Rudy. Pengunjung yang hadir turut diajak menjelajahi instalasi interaktif, menyaksikan demonstrasi masak, dan melakukan uji rasa (taste-test) untuk membuktikan bahwa pola konsumsi MSG yang tepat merupakan kunci hidangan sehat berkalori seimbang.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 2 times, 1 visit(s) today