Banyak pemilik kendaraan sering kali terlena dengan kondisi mobil atau motornya yang terasa masih enak dikendarai. Padahal, tarikan mesin yang masih halus dan nyaman belum tentu menjadi jaminan bahwa kondisi oli di dalam dapur pacu masih dalam keadaan prima.
Mengabaikan jadwal ganti oli rutin hanya karena merasa mesin tidak bermasalah adalah kekeliruan fatal yang masih sering dilakukan para pemilik kendaraan. Padahal, seiring bertambahnya jarak tempuh dan durasi pemakaian, kemampuan oli untuk melumasi, mendinginkan, dan melindungi komponen internal mesin dipastikan bakal terus merosot.
Terjebak Rasa Nyaman Semu
Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, mengingatkan para pengendara agar tak gampang terkecoh oleh rasa nyaman semu saat berkendara. Menurutnya, oli mesin memiliki batas usia pakai yang wajib dipatuhi demi mencegah kerusakan yang lebih serius di kemudian hari.
“Kendaraan sering kali masih terasa nyaman meski oli sudah mendekati akhir masa pakainya. Hal ini dapat membuat konsumen menunda penggantian oli kendaraan. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat, kotoran di dalam mesin menumpuk, dan keausan lebih cepat terjadi,” ujar Mulianto dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Sabtu (25/7/2026).
Mulianto menekankan, membiarkan oli yang sudah jenuh bekerja di dalam mesin bakal memicu tumpukan kotoran dan lumpur (sludge). Jika sudah begitu, komponen vital di dalam mesin bakal saling bergesek tanpa perlindungan optimal, hingga akhirnya mempercepat risiko keausan.
Sesuaikan Beban Kerja Harian dan Spesifikasi Pabrik
Lebih lanjut, Mulianto menggarisbawahi bahwa jadwal penggantian pelumas tidak bisa hanya berpatokan kaku pada patokan kilometer di speedometer. Pola penggunaan kendaraan sehari-hari juga memegang peranan sangat krusial.
Untuk kendaraan yang saban hari dipakai menembus kemacetan parah, mengangkut beban berat, atau sering melintasi rute ekstrem, interval penggantian oli idealnya dilakukan lebih cepat dari jadwal normal. Langkah proaktif ini penting agar mesin selalu mendapat perlindungan ekstra di tengah beban kerja yang berat.
“Karena itu, mengganti oli secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan menjadi langkah penting untuk menjaga performa kendaraan tetap optimal. Namun, kondisi penggunaan kendaraan sehari-hari juga perlu diperhatikan,” jelas Mulianto.
Selain disiplin ganti pelumas, pemilihan spesifikasi oli juga tidak boleh asal-asalan. Pemilik kendaraan wajib menggunakan oli dengan tingkat kekentalan (SAE) serta standar mutu yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.
Penggunaan oli dengan spesifikasi yang tepat bakal memastikan pelumasan berjalan sempurna di berbagai suhu kerja mesin, membantu menghemat konsumsi bahan bakar, sekaligus menghindarkan pemilik kendaraan dari ancaman kantong jebol akibat biaya perbaikan mesin yang membengkak.












