Alasan Aman dan Cuan, OJK: Duit Nasabah Asuransi untuk Borong SBN

Alasan Aman dan Cuan, OJK: Duit Nasabah Asuransi untuk Borong SBN

Iwan Medium.jpeg

Minggu, 4 Januari 2026 – 22:56 WIB

Ilustrasi. (Foto: OJK)

Ilustrasi. (Foto: OJK)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, sebagian besar investasi dari industri asuransi, baik jiwa maupun umum hingga Oktober 2025, adalah instrumen surat berharga negara (SBN). Alasannya klasik, karena aman dan cuan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, menyebut, porsi investasinya mencapai Rp42,15 triliun. Atau tumbuh 60,43 persen secara tahunan, atau year on year (yoy).

“Adapun hasil investasi industri asuransi umum dan reasuransi tercatat sebesar Rp8,36 triliun, meningkat 15,96 persen (yoy),” kata Ogi, Jakarta, dikutip Minggu (4/1/2026).

Dikatakan, portofolio investasi di kedua industri itu, masih didominasi instrumen yang konservatif dan likuid, terutama Surat Berharga Negara (SBN). Khusus industri asuransi jiwa, menempatkan investasi di SBN, sebesar Rp244,02 triliun. Atau 41,82 persen dari total portofolionya.

Sementara itu, asuransi umum dan reasuransi menempatkan Rp59,66 triliun atau 36,52 persen dari total investasi. “Dengan struktur portofolio yang cukup konservatif dan arah kebijakan moneter yang stabil, OJK memandang prospek hasil investasi industri pada tahun 2026, tetap positif dan memiliki ruang pertumbuhan yang sehat,” jelas Ogi.

Ogi mengatakan, OJK memandang industri asuransi pada 2026 masih memiliki prospek pertumbuhan yang positif dan terukur, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perlindungan risiko.

Meskipun, di satu sisi Ogi tidak menampik bahwa masih ada tantangan seperti kualitas underwriting, tekanan klaim pada beberapa lini usaha, dan penyesuaian regulasi serta standar akuntansi, yang perlu dihadapi industri asuransi.

“Di sisi lain, peluang tetap terbuka melalui pengembangan produk yang lebih relevan, penguatan distribusi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan perlindungan untuk risiko-risiko baru, sehingga industri diharapkan dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Visited 4 times, 1 visit(s) today