Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin saat rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).(Foto: Inilah.com/Clara Anna).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan selama 16-17 Maret 2026 dinilai tidak berdampak signifikan terhadap pergerakan arus mudik.
Hal ini disampaikan Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Aries Syahbudin saat rapat bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Aries menjelaskan, pelaksanaan WFA pada 16 dan 17 Maret 2026 memang memberi pengaruh terhadap distribusi kendaraan, namun tidak terlalu besar.
“Pertama bahwa ada pelaksanaan kegiatan Work From Anywhere di tanggal 16 dan 17. Apakah ada dampak? Iya, tapi tidak terlalu signifikan, termasuk di situ ada diskon tarif tol,” ucap Aries.
Menurutnya, lonjakan justru terjadi pada 18 Maret 2026 yang merupakan hari pertama libur bersama yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Volume kendaraan yang keluar dari Jakarta melonjak jauh di atas prediksi.
“Prediksi kita bersama teman-teman Jasa Marga waktu itu hanya di 258.000 kendaraan yang akan keluar dari Jakarta, tapi kenyataannya kita melampaui 270.315 kendaraan,” kata dia.
Lonjakan tersebut menyebabkan kepadatan di sejumlah ruas tol. Aries menilai kondisi itu terjadi karena kapasitas jalan yang sudah tidak memadai untuk menampung volume kendaraan.
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 juga melampaui proyeksi awal.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, berdasarkan data, jumlah pemudik mencapai 147,55 juta orang atau naik 2,53 persen dari proyeksi awal sebesar 143,92 juta orang.
“Data ini menunjukkan bahwa masa angkutan Lebaran lebih tinggi dari angka proyeksi,” kata Menhub Dudy.
Secara total, tercatat 298,6 juta pergerakan selama periode angkutan Lebaran dengan jumlah pelaku perjalanan mencapai 147,5 juta orang. Puncak arus mudik terjadi pada H-3 atau Rabu (18/3/2026), sementara arus balik mencapai puncak pada H+7.
“Pergerakan masyarakat masih didominasi di Pulau Jawa dengan daerah utama adalah Jawa Barat, diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sementara itu, tujuan perjalanan terkonsentrasi di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah,” jelas dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














