Berbeda dengan Menkeu Purbaya, Ekonom Senior Ini Bela Danantara yang Kepincut Borong SBN

Berbeda dengan Menkeu Purbaya, Ekonom Senior Ini Bela Danantara yang Kepincut Borong SBN

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 21 Oktober 2025 – 22:23 WIB

Sejumlah karyawan keluar dari Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Foto: Antara Foto/Reno Esnir/app/YU/am).

Sejumlah karyawan keluar dari Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jakarta, Jumat (7/2/2025). (Foto: Antara Foto/Reno Esnir/app/YU/am).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ekonomi Senior Ichsanuddin Noorsy menilai langkah Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menempatkan sebagian dananya ke instrumen investasi Surat Berharga Negara (SBN), sangat wajar dan tidak berisiko.

Menurutnya, setiap langkah investasi tidak semata-mata berorientasi terhadap profit, melainkan juga memberikan benefit kepada masyarakat luas.
“Langkah menempatkan sebagian dana di SBN secara bisnis memang tidak memiliki risiko. Tapi, yang harus dijaga adalah agar orientasinya tidak sekadar profit, tapi benefit,” ujar Noorsy di Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Ia melanjutkan, penguatan kelembagaan dan peningkatan kinerja menjadi faktor penting agar lembaga seperti Danantara Indonesia dapat benar-benar menjalankan mandatnya secara berkelanjutan.

Di sisi lain, Ia mengingatkan perlunya menjaga independensi agar pengelolaan investasi nasional tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan dari pihak luar.
“Kelembagaannya perlu diperkuat agar tidak mudah terpengaruh oleh kepanjangan tangan asing dalam pengambilan kebijakan,” ujar Noorsy.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik BPI Danantara yang ancang-ancang menempatkan sebagian dana dari dividen BUMN ke SBN.

Strategi itu, menurutnya, kurang optimal dan tidak mencerminkan peran BPI Danantara sebagai lembaga pengelola investasi nasional.

“Dan sebagian (dividen) katanya akan ditaruh di obligasi, penyelenggaraannya ke pemerintahan lagi. Saya lagi sempat mengkritik, kalau Anda taruh obligasi begitu banyak di pemerintahan, keahlian Anda apa,” ujar Menkeu Purbaya di kantor Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

Dia menjelaskan dana yang diterima BPI Danantara dari dividen BUMN, angkanya cukup besar. Bisa dimanfaatkan untuk membiayai proyek strategis seperti pembayaran utang kereta cepat Whoosh. Misalnya, Danantara bisa membayarkan cicilan bunga utang Kereta Whoosh yang mencapai Rp2 triliun per tahun.

“Sudah saya sampaikan. Karena kan danantara terima dividen dari BUMN hampir Rp.90 triliun-Rp.80 triliun, Rp. 90 triliun lah. Itu cukup untuk menutupi Rp.2 triliun bayaran tahunan untuk kereta cepat,” ujar Purbaya.

Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan menjelaskan, penempatan sebagian dana di SBN merupakan bagian dari strategi diversifikasi untuk menjaga stabilitas dan likuiditas portofolio.

Ia mengatakan pendekatan tersebut dilakukan agar Danantara Indonesia tetap fleksibel dalam menyiapkan pendanaan bagi proyek-proyek strategis nasional, yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

“Kalau kita menerima dana 100, tentu tidak semuanya langsung digunakan untuk proyek berisiko tinggi. Sebagian perlu disimpan di instrumen yang likuid agar bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu,” ujar Ali.

Ia melanjutkan, bahwa langkah ini sejalan dengan karakter Danantara Indonesia sebagai lembaga pengelola investasi yang berhati-hati dan berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi ekonomi nasional. “Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi membawa manfaat dan multiplier effect yang besar bagi negara,” ujar Ali.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today