23 Tahun berkiprah, PLN Enjiniring konsisten mengawal proyek lapangan dengan teknologi modern untuk mendukung World Class Engineering Champion 2030. (Foto: PLN)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Memasuki usia ke-23, PT PLN Enjiniring (PLNE) menetapkan target ambisius untuk menjadi World Class Engineering Champion pada tahun 2030. Momentum hari ulang tahun yang diperingati pada Jumat (3/10/2025) ini dijadikan sebagai penegasan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan ketenagalistrikan nasional dan bersaing di kancah global.
Direktur Utama PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, menyatakan target tersebut merupakan tekad bersama seluruh insan perusahaan untuk membawa nama enjiniring Indonesia mendunia.
“Komitmen kami adalah menghadirkan standar enjiniring kelas dunia. Melalui SDM yang sepenuhnya tersertifikasi, dukungan teknologi modern, dan kemitraan global, kami siap menjawab tantangan ketenagalistrikan masa depan,” ujar Chairani dalam keterangan resminya.
Untuk mencapai visi tersebut, PLN Enjiniring telah menyusun sejumlah langkah strategis. Fokus utamanya adalah penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dengan menargetkan 100% sertifikasi insinyur profesional.
Selain itu, perusahaan juga menerapkan teknologi modern berbasis digital seperti Building Information Modelling (BIM) dan smart asset management untuk meningkatkan efisiensi proyek. Langkah ini diperkuat dengan perluasan kolaborasi bersama mitra global guna mempercepat transfer teknologi dan inovasi.
Chairani menyebut, bekal kompetensi tersebut telah dibuktikan melalui kontribusi perusahaan dalam sejumlah proyek strategis nasional. Beberapa di antaranya adalah penyusunan dokumen enjiniring untuk Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, desain kabel laut 500 kV berteknologi HVDC, hingga pengembangan pusat kendali canggih (advanced control centre) untuk sistem kelistrikan nasional.
“PLN Enjiniring juga terlibat dalam persiapan pengembangan energi nuklir dan end-to-end smart grid,” tambahnya.
Seluruh inisiatif ini, menurut Chairani, diarahkan untuk mengawal eksekusi RUPTL dan mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) pada 2060. Dengan mengusung tema “Empowering Future Engineering”, PLN Enjiniring memantapkan posisinya sebagai pilar utama dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Indonesia.













