Presiden RI Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026) malam.(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar Nuzulul Quran tingkat kenegaraan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026) malam.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan agenda ini menjadi kesempatan agar setiap pihak memahami, meresapi, arti dari yang diajarkan dalam Al Quran tersebut.
“Kita bersyukur masih diberi kesehatan, dapat hadir bersama pada peringatan Nuzulul Quran 1445 Hijriah, pada hari Ramadan hari ke-20, malam ke-21, malam ganjil, yang kita percaya Lailatul Qadar turun di antara malam ganjil bulan Ramadan pada sepuluh hari terakhir. Semoga ini akan menambah kebaikan, keberkahan bagi kita semua,” kata Prabowo.
Prabowo turut mengungkapkan terima kasihnya kepada para tokoh agama yang hadir, termasuk kepada tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab yang sempat memberikan ceramah.
Menurutnya, hikmah tentang keadilan yang disampaikan Quraish Shihab sangat berarti bagi dirinya karena membahas takdir pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat.
“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa, dan kekuasaan itu diberi sebagai penugasan untuk membela kebenaran keadilan dan kejujuran. Dan kekuasaan itu adalah tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan kepada seluruh rakyat yang dipimpin,” ujarnya.
Acara Nuzulul Quran diawali dengan laporan dari Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar kepada Prabowo. Ia menyampaikan sebanyak 278 orang hadir di Istana Negara malam ini.
“Yang terdiri dari para menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK, ormas islam, perguruan tinggi, forkompimda, tokoh agama dan sejumlah anak yatim,” ucap Nasaruddin.
Kemudian, acara dilanjutkan dengan penyampaian hikmah dan pembacaan doa oleh tokoh agama dan ahli tafsir (mufassir) Quraish Shihab.
Quraish menuturkan Al Quran dari segi bahasa berarti bacaan yang sempurna dan dibuktikan dalam banyak hal, antara lain diatur tata cara membacanya sehingga lahir disiplin ilmu yang bernama ilmu tajwid.
Ia menyebut kitab yang diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW ini dibaca oleh mereka yang mengerti artinya maupun yang tidak mengerti.
Ia juga sempat mendoakan Presiden Prabowo agar mampu memimpin negeri.
“Saya ingin berdoa. Yang pertama, buat Bapak Presiden. Pak, saya punya guru, Pak. Namanya Syekh Mutawalli Sya’rawi. Beliau pernah berdoa pada Presiden Mesir. Doanya dimulai dengan kalimat: ‘Kekuasaan bersumber dari Tuhan. Tidak ada yang diberi kekuasaan kecuali atas kehendak Tuhan. Baik penguasa itu jujur mengikuti tuntunan Tuhan maupun penguasa itu durhaka. Semua kekuasaan bersumber dari Tuhan,” tutur Quraish.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














