Dito Ariotedjo mengungkapkan rencana dirinya usai tak lagi menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI.
Dito yang menjadi salah satu dari enam menteri yang terdepak dari Kabinet Merah Putih (KMP) pada Senin (8/9/2025), mengaku masih memiliki banyak rencana ke depan.
“Saya masih 35 tahun. Saya baru jadi menteri belum sampai tiga tahun. 32 tahun saya hidup bebas di dunia swasta. Ya pastinya banyak petualangan yang akan saya jalankan,” ucap Dito kepada wartawan di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin malam.
Dito menambahkan, setelah ini dirinya siap menyambut tantangan baru. Walaupun politisi Partai Golkar itu tidak secara spesifik menjelaskan apa tantangan baru yang ia maksud.
“Dan ya nanti tantangan baru lah. Nanti kawan-kawan juga. Kita kan masih berkeluarga. Jadi pasti saling berkabar ya,” tuturnya.
Semula, Dito mengatakan keputusan pencopotan dirinya sebagai Menteri terbilang cukup mendadak. Dia bahkan mengaku baru mendapatkan informasi terkait reshuffle kabinet itu pada Senin pagi.
“Tadi diinfo pagi hari untuk diagendakan sore untuk pelantikan. Harusnya (Menpora Baru-red) pelantikan tadi, tapi ternyata kayaknya untuk khusus Menpora masih menunggu kandidatnya,” ujar Dito yang masih menggunakan seragam safari khas Presiden, Prabowo Subianto kepada awak media.
Dito mengaku legawa dengan keputusan pencopotannya dari kursi Menpora. Ia menyampaikan rasa syukur lantaran telah menuntaskan masa baktinya di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Dia juga mengklaim, Presiden juga telah memberikan apresiasi serta ucapan terima kasih atas kerja yang sudah dijalankan.
“Jadi, tadi disampaikan Bapak Presiden memberikan apresiasi dan terima kasih. Pastinya nanti insya Allah pengganti barunya akan segera diumumkan. Dan pastinya kami sudah hampir tiga tahun ini melakukan transformasi dan harapannya ke depan pasti ini dilanjutkan,” ujarnya menambahkan.
Dengan yakinnya, Dito memastikan siapapun penggantinnya akan lebih mudah menjalankan tugas, sebab ekosistem olahraga nasional maupun ruang gerak anak muda kini berada dalam kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya.
“Karena kita lihat bagaimana ekosistem dari olahraga dan juga pergerakan anak-anak muda juga sekarang lebih baik. Jadi, saya harap nanti pengganti barunya bisa meneruskan apa yang sudah kita lakukan dan belum tuntas,” katanya lagi.













