Ilustrasi bendera Inggris dan Portuga; (Foto: globalcitizensolutions.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tekanan global terhadap Israel terkait agresi militernya di Jalur Gaza makin kuat. Minggu (21/9/2025) ini, dua sekutu lama, Inggris dan Portugal, diperkirakan secara resmi akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Langkah ini menjadi pukulan telak bagi Israel, terutama menjelang Pekan Tingkat Tinggi Sidang Umum PBB di New York.
Sejumlah media Inggris, termasuk BBC, melaporkan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer akan mengumumkan kebijakan penting ini. Meskipun mendapat penentangan keras dari Israel, Starmer melihat pengakuan Palestina sebagai kontribusi penting untuk mendorong proses perdamaian dan solusi dua negara. Sikap ini muncul setelah Starmer menuding Israel gagal mengambil langkah konkret menuju gencatan senjata di Gaza.
Tak hanya Inggris, Portugal melalui Kementerian Luar Negeri juga memastikan akan mengakui Palestina pada hari yang sama. Pemerintah Lisbon menyebut eskalasi konflik yang memprihatinkan, ancaman Israel untuk mencaplok wilayah Palestina, serta krisis kemanusiaan yang semakin parah sebagai alasan utama keputusan ini.
Dalam beberapa bulan terakhir, banyak negara sekutu Israel mulai mengubah haluan. Ofensif militer Israel di Gaza, yang telah menyebabkan puluhan ribu korban jiwa dan bencana kemanusiaan, telah mengikis dukungan mereka. Bahkan, badan pemantau kelaparan PBB telah menyatakan adanya bencana kelaparan di sebagian wilayah Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding langkah pengakuan ini sebagai ‘penghargaan terhadap terorisme keji’ dan upaya untuk ‘menenangkan ideologi jihad’. Israel sendiri telah mengancam akan mencaplok Tepi Barat sebagai respons atas langkah-langkah pengakuan ini.
Namun, ancaman itu tampaknya tidak mengintimidasi komunitas internasional. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan, “Dunia seharusnya tidak merasa terintimidasi” oleh risiko pembalasan dari Israel.
Selain Inggris dan Portugal, laporan juga menyebut sekitar 10 negara lain akan segera mengumumkan pengakuan resmi terhadap Palestina dalam beberapa hari ke depan. Beberapa di antaranya, seperti Prancis dan Kanada, juga dikabarkan akan mengambil langkah serupa di forum PBB mendatang.
Perang Israel-Hamas, yang pecah sejak 7 Oktober 2023, telah menyebabkan kehancuran masif di Gaza. Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 65.000 orang, mayoritas warga sipil, telah tewas akibat serangan balasan Israel. Sementara itu, serangan awal Hamas menewaskan 1.219 orang, sebagian besar warga sipil di Israel.














