Pengamat sepak bola dan influencer, Justinus “Coach Justin” Lhaksana, melontarkan kritik keras terhadap layanan purnajual produsen mobil listrik asal China, khususnya BYD dan Chery, yang menurutnya belum memberikan pelayanan sebanding dengan produk mereka.
Dalam kanal Youtube Trifellas, Justin menceritakan pengalamannya menggunakan BYD Seal, mobil listrik yang ia klaim cukup memuaskan dari sisi performa. Namun, masalah muncul saat ia melakukan servis berkala.
“Setahun ini ada service berkala, harusnya 1 Agustus. Karena sibuk, saya telat sebulan, baru bikin janji 2 September. Eh malah kena charge, padahal servis kan gratis,” ungkap Justin.
Menurut Justin, kebijakan denda keterlambatan tersebut tidak pernah ia alami saat memiliki mobil Jepang seperti Honda Civic atau Mazda 3, yang harganya bahkan lebih rendah. Ia menilai, kurangnya informasi dari pihak penjual membuat konsumen dirugikan.
“Ini bukan masalah duit, tapi kebijakan. Kalau produsen China mau serius di Indonesia, service harus bener,” tegasnya.
Kritik untuk Produsen China
Selain BYD, Justin juga menyinggung pengalaman serupa dengan Chery Omoda, yang menurutnya memberlakukan aturan layanan tak sefleksibel merek Jepang.
Ia bahkan sampai menyatakan tak akan membeli produk kedua merek tersebut bila kebijakan purnajual tidak segera diperbaiki.
“Perusahaan dari Cina ini harus belajar dari Jepang. Kalau enggak, saya enggak akan beli BYD atau Chery lagi,” kata Justin.
Justin mengingatkan bahwa ada lebih dari selusin merek mobil China yang kini masuk ke pasar Indonesia. Menurutnya, jika konsumen merasa “diperas” lewat aturan yang tidak transparan, maka wajar jika kepercayaan publik runtuh.
“Kalian jangan semena-mena. Mobil murah bukan berarti konsumen bisa dipalak kiri-kanan,” ucapnya.
Kritik Justin ini menyoroti tantangan besar bagi produsen mobil listrik asal China yang kini mendominasi pangsa pasar kendaraan listrik Indonesia.
Meski agresif dalam penetrasi harga dan teknologi, faktor layanan purnajual dan kepuasan konsumen masih jadi pekerjaan rumah.
Di sisi lain, merek Jepang tetap unggul dalam membangun reputasi layanan yang konsisten dan menjaga loyalitas pelanggan. Jika produsen asal China gagal memperbaiki standar pelayanan, kritik seperti yang dilontarkan Justin bisa memperburuk citra mereka di mata konsumen.
Hingga berita ini diturunkan, tim inilah.com sudah mencoba menghubungi pihak BYD untuk meminta klarifikasi, namun belum ada keterangan resmi yang diberikan.














