PT Pertamina Patra Niaga menggelar pelatihan inovatif bagi para pelaku UMKM kuliner dan warga di Jakarta Utara, yakni mengolah limbah cangkang telur menjadi kompos dan media tanam yang bernilai ekonomi. Kegiatan ini bertujuan mengubah sampah yang sering terabaikan menjadi sumber penghasilan tambahan.
Pelatihan yang merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini digelar di RPTRA Pulo Besar, Sunter Jaya, pada Rabu (10/9) lalu.
Sebanyak 35 peserta dari kecamatan Koja dan Tanjung Priok dibimbing langsung oleh Suparno, peraih penghargaan Kalpataru tingkat nasional, untuk mempraktikkan pembuatan kompos dari bahan baku cangkang telur.
Inisiatif ini merupakan gabungan dari dua program besar Pertamina, yaitu Program Sunterpreneur dan Abang Cinte None, yang fokus pada pemberdayaan ekonomi dan lingkungan.
Ariyanti, salah satu peserta, mengaku wawasannya menjadi terbuka setelah mengikuti pelatihan.
“Pelatihan ini membuka wawasan mengenai pengelolaan limbah cangkang telur yang selama ini sering kita abaikan, ternyata memiliki banyak manfaat dari segi lingkungan dan ekonomi,” ujarnya, Sabtu (13/9).
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga JBB, Susanto August Satria, menyatakan program ini adalah wujud komitmen untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mendukung prinsip Zero Waste.
“Ini menjadi langkah awal bagi mitra binaan untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan ekonomi demi menciptakan pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan,” kata Satria.














