Kabar penting bagi para pembuat konten alias content creator yang sedang berjuang mencari rezeki di jagat digital. YouTube resmi memperketat aturan main bagi kanal baru yang ingin meraup pendapatan dari tayangan iklan dan jumlah subscriber mulai 1 Februari mendatang.
Mengutip laporan TechCrunch, Rabu (12/8/2026), platform berbagi video milik Google ini mematok standar yang jauh lebih tinggi. Kreator pemula kini dituntut bekerja ekstra keras demi bisa menembus gerbang YouTube Partner Program (YPP).
Dalam aturan terbarunya, kreator baru wajib mengantongi minimal 8.000 jam tayang (watch hours) dalam kurun satu tahun terakhir, atau membukukan sedikitnya 20 juta penayangan (views) pada konten Shorts dalam jangka waktu 90 hari terakhir.
Angka tersebut melonjak dua kali lipat jika dibandingkan dengan ketentuan lama, di mana kreator cukup mengumpulkan 1.000 subscriber dan 4.000 jam tayang, atau 1.000 subscriber dengan 10 juta penayangan Shorts.
Meski demikian, YouTube memastikan bahwa pengetatan syarat ini tidak berlaku surut. Para kreator lama yang sudah terdaftar dan mengantongi status mitra tidak akan terdampak oleh aturan anyar ini.
Aturan Ketat Pintu Masuk Shorts Creator Pool
Tak cuma bagi pendatang baru, aturan ketat juga berlaku untuk menjaga keran pendapatan dari konten berdurasi pendek.
Agar tetap bisa menerima bagi hasil dari program Shorts Creator Pool, setiap kanal diwajibkan konsisten mempertahankan minimal 10 juta penayangan Shorts setiap 90 hari.
Jika dalam perjalanannya performa tayangan Shorts merosot di bawah angka 10 juta, kreator tak perlu langsung panik. Kanal tersebut tetap menjadi bagian dari program mitra dan masih bisa mencetak uang dari video berdurasi panjang (long-form).
Kucuran rupiah dari Shorts baru akan mengalir kembali setelah angka penayangan kanal tersebut berhasil merangkak naik menyentuh angka 10 juta dalam kurun 90 hari.
Penyesuaian batas monetisasi ini diambil bukan tanpa alasan. YouTube mencatat lonjakan trafik yang luar biasa, di mana saat ini ada lebih dari 200 miliar penayangan Shorts saban hari, serta lebih dari 1 miliar jam waktu menonton lewat layar televisi setiap harinya.
Perluasan Paket Murah YouTube Premium Lite
Berbarengan dengan pengumuman syarat monetisasi tersebut, YouTube juga membawa kabar segar dengan memperluas jangkauan layanan berlangganan Premium Lite ke seluruh negara yang sudah memiliki akses ke YouTube Premium.
Paket ini menjadi opsi hemat bagi penonton yang ingin menikmati tayangan bebas iklan di sebagian besar video, lengkap dengan fitur unduh video untuk ditonton offline serta kemampuan memutar video di latar belakang (background play).
Skema penambahan penonton berlangganan ini juga digadang-gadang bakal menguntungkan para kreator. Pasalnya, pendapatan yang didapat dari penonton Premium tercatat jauh lebih tinggi dibanding penonton biasa yang menyaksikan iklan.
Sistem pembagian hasilnya tetap dipatok adil berdasarkan durasi tonton dan jumlah tayangan: kreator video berdurasi panjang mengantongi porsi 55 persen, sementara porsi bagi hasil untuk kreator Shorts ditetapkan sebesar 45 persen.










