Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kemudayaan (PMK), Pratikno menegaskan posisi Indonesia di cincin api Pasifik tidak seharusnya dianggap sebagai sebuah kutukan yang perlu diratapi.
Justru kata dia posisi tersebut harus dianggap sebagai berkah dan kesempatan langka yang tak dimiliki semua negara.
“Ini adalah perjalanan yang menantang kita semua luar biasa, tapi di saat yang sama kita harus juga mensyukuri ini, bahwa Indonesia adalah laboratorium hidup terbesar dan paling lengkap di dunia,” ujar Pratikno saat membuka Pameran industri multi-sektor terbesar di Asia Tenggara, Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025, Rabu (10/9/2025).
“Laboratorium untuk belajar dan mengembangkan inovasi tentang bencana. Posisi kita di cincin api. Jangan dilihat sebagai kutukan yang kita ratapi, tetapi posisi kita di cincin api kita lihat sebagai berkah dan kesempatan yang luar biasa,” kata dia melanjutkan.
Pratikno menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan data kebencanaan yang paling lengkap, mencakup berbagai jenis bencana alam. Menurutnya, masyarakat Indonesia juga telah terbiasa sekaligus terlatih dalam menghadapi situasi bencana.
“Data bencananya dari berbagai macam jenis bencana. Kita mempunyai masyarakat yang terlatih menghadapi bencana. Luar biasa kalau kita berkunjung ke korban bencana. Penderitaannya sebetulnya luar biasa, mereka tetap tersenyum, mereka guyup, rukun, bergotong royong menghadapi masalah ini bersama-sama,” ujar Pratikno.
Ia menegaskan, pemerintah berkomitmen memperkuat berbagai upaya mitigasi, mulai dari pembangunan infrastruktur yang tangguh, masyarakat yang tangguh, tata kelola yang tangguh, hingga terus mendorong inovasi untuk meminimalisir dampak dan kerugian akibat bencana.
“Kami di Kementerian Koordinator Bidang PMK berusaha keras untuk membangun, berkontribusi membangun budaya tangguh. Yang kita sebut flagship kami adalah kita tangguh. Kita harus benar-benar tangguh,” kata dia,” katanya.
“Kita benar-benar harus tangguh mengurangi risiko, tangguh menghadapi bencana ketika itu terjadi, dan tangguh untuk kembali hidup normal dan lebih baik pasca bencana,” ujar dia menutup.














