Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan media dalam wawancara cegat (doorstop) usai pelantikan delapan pejabat baru Ditjen Pajak di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto: Antara/Rizka Khaerunnisa)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Merasa reformasi sektor pajak dan bea cukai sudah sesuai arahan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis penerimaan negara pada tahun ini, bisa merengkuh target.
Berdasarkan APBN 2026, target penerimaan negara dipatok sebesar Rp3.153,6 triliun. “Kinerjanya (pajak dan bea cukai) sudah membaik. Ya kelihatannya tahun ini bisa (target),” kata Purbaya di Jakarta, dikutip Minggu (31/5/2026).
Dia menegaskan bahwa reformasi sektor perpajakan dan bea cukai menunjukkan hasil positif. Di mana, performa kedua institusi bergerak positif sehingga menopang pendapatan hingga akhir tahun. “Kan kita selalu pantau. Proses restrukturisasi di pajak dan bea cukai, ada hasilnya,” imbuh mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Berdasarkan catatan Purbaya, realisasi penerimaan negara hingga April 2026 mencapai Rp918,4 triliun. Atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Indikasi awal bahwa penerimaan negara menguat di tengah pelemahan ekonomi global.
Selain pembenahan organisasi, Purbaya juga mempercepat transformasi digital di sektor perpajakan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta implementasi Coretax untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan efisiensi bea cukai dan pajak.
Purbaya mengakui, sistem Coretax sempat mendapat banyak keluhan di awal penerapan. Namun, kondisi saat ini jauh lebih stabil dan mulai memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara.
“Kalau Anda lihat Coretax, dulunya banyak protes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan sudah sedikit. Saya kira, Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurangnya signifikan,” imbuh Purbaya.
Dijelaskan, sistem Coretax memungkinkan proses penghitungan pajak dilakukan secara otomatis. Sistem ini, mempersempit ruang penghindaran pajak. Dengan pengawasan yang akurat dan terintegrasi, potensi kebocoran penerimaan negara, harusnya bisa ditekan.
Pembenahan di tubuh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) pun menjadi concern Purbaya. Di mana, tren positif sektor kepabeanan dan cukai diharapkan bisa menjadi penopang tambahan bagi target pendapatan negara tahun ini.
Melalui kombinasi restrukturisasi kelembagaan, digitalisasi layanan, dan penggunaan teknologi AI, pemerintah optimistis ketahanan fiskal tetap terjaga meski tekanan ekonomi global masih berlangsung.
Sayangnya, citra DJBC tercoreng skandal suap Blueray Cargo senilai Rp63,1 miliar. Pimpinan Blueray Cargo yakni John Field diduga menggelontorkan dana suap kepada para petinggi DJBC. Termasuk bos DJBC, Djaka Budhi Utama yang diduga terima Rp3 miliar.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














