Pertamina Genjot Transformasi Digital dan AI untuk Dongkrak Kinerja Bisnis

Pertamina Genjot Transformasi Digital dan AI untuk Dongkrak Kinerja Bisnis

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 24 Mei 2026 – 23:00 WIB

Pertamina memperkuat transformasi digital dan implementasi AI guna meningkatkan efisiensi operasional dan menargetkan value creation US$300 juta pada 2027. (Foto: Pertamina)

Pertamina memperkuat transformasi digital dan implementasi AI guna meningkatkan efisiensi operasional dan menargetkan value creation US$300 juta pada 2027. (Foto: Pertamina)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

PT Pertamina (Persero) terus memperkuat transformasi digital melalui pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan digital analytics guna meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menciptakan nilai bisnis baru.

Komitmen tersebut disampaikan Senior Vice President Pertamina Digital Hub Ignatius Sigit Pratopo dalam forum Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).

Menurut Sigit, transformasi digital Pertamina kini difokuskan pada penciptaan nilai bisnis nyata melalui implementasi AI yang terukur dan berdampak langsung terhadap performa perusahaan.

“Dalam rencana tersebut, kami menetapkan target ambisius, yaitu memberikan dampak EBITDA sebesar US$300 juta pada tahun 2027. Itulah yang menjadi visi kami,” ujar Sigit.

Untuk mencapai target tersebut, Pertamina mengembangkan program Digital Factory sebagai pendekatan transformasi digital end-to-end di seluruh lini bisnis perusahaan.

Program tersebut mencakup identifikasi persoalan bisnis, pengembangan Minimum Viable Product (MVP), implementasi solusi digital analytics dan AI, hingga scale up implementasi ketika solusi terbukti memberikan hasil optimal.

Sigit menjelaskan transformasi digital di Pertamina juga didukung komitmen kuat dari level manajemen perusahaan melalui pembentukan Pertamina Digital Hub yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif AI dan digital analytics perusahaan.

“Pertamina membentuk fungsi khusus yang bertugas mengoordinasikan seluruh inisiatif digital analytics dan AI di perusahaan. Saat ini fungsi tersebut dikenal sebagai Pertamina Digital Hub dan melapor langsung kepada CEO. Hal itu mencerminkan komitmen kuat perusahaan,” katanya.

Menurut dia, implementasi AI di Pertamina tidak hanya sebatas penggunaan teknologi, tetapi dikembangkan berdasarkan tantangan operasional yang dihadapi unit bisnis.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan melakukan analisis mendalam terhadap berbagai pain points sebelum menentukan solusi teknologi yang tepat, mulai dari AI, machine learning, analytics, hingga sistem digital lainnya.

“Setelah konsep disepakati bersama bisnis, tim khusus atau squad akan mengembangkan MVP dan menghadirkan solusi digital analytics maupun AI tersebut. Selanjutnya, bisnis akan mengimplementasikan MVP tersebut, dan ketika terbukti berhasil, kami melakukan scale-up,” jelas Sigit.

Ia mengatakan implementasi AI dan digital analytics di Pertamina mulai menunjukkan hasil signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, Pertamina mencatat value creation lebih dari US$35 juta dari implementasi digitalisasi. Sementara pada 2025 target ditingkatkan menjadi US$50 juta dengan realisasi hampir mencapai US$80 juta.

Untuk 2026, Pertamina kembali menaikkan target value creation menjadi US$150 juta sekaligus mulai menerapkan indikator kinerja utama atau KPI pada unit bisnis guna memastikan realisasi manfaat digitalisasi dapat diukur secara jelas.

Transformasi digital Pertamina juga diterapkan di seluruh rantai bisnis energi perusahaan, mulai dari sektor hulu, midstream, hingga downstream.

Di sektor hulu migas, Pertamina telah memanfaatkan AI dan machine learning melalui program ChanceX yang diklaim mampu meningkatkan rasio keberhasilan eksplorasi di salah satu basin hingga 10 persen.

Selain itu, implementasi AI juga diperluas pada aktivitas pengeboran, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai operasi hulu lainnya.

“Kami juga terus memperluas implementasi AI di berbagai operasi upstream, termasuk drilling, optimasi produksi, reservoir management, dan berbagai area lainnya,” ujar Sigit.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang

Visited 4 times, 1 visit(s) today