Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani usai rapat terbatas (ratas) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2025). (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam proyek pemanfaatan sampah menjadi energi listrik, atau waste for energy. Karena, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tantangan food waste (sampah makanan) yang cukup besar.
Hal ini disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani usai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/11/2025).
“Ya kita pokoknya kerja sama. Gini ya, kita pokoknya dengan teknologi yang ada, kan semua sampah yang ada, itu bisa diolah. Baik, maupun yang terdahulu, maupun yang sekarang,” kata Menteri Rosan kepada wartawan.
Dia menjelaskan, teknologi pengolahan sampah saat ini, berkembang sangat cepat. Memungkinkan seluruh jenis sampah diolah tanpa harus dipisahkan terlebih dahulu.
“Dan sampah itu sekarang tidak perlu dipisah-pisahkan. Kalau dulu kan harus dipisah-pisahkan. Sekarang semua sampah itu bisa diolah dengan teknologi yang ada, baik yang baru maupun yang lama,” ujarnya.
CEO Danantara ini, menjelaskan, perbedaannya terletak pada kadar hasil olahan yang dihasilkan dari tiap jenis sampah. Saat ini, berbagai teknologi pengolahan sudah diterapkan di sejumlah lokasi pengelolaan, salah satunya di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. “Ya memang hanya membedakan mungkin kadar output-nya saja yang akan beda. Contohnya di misalnya di Bantar Gebang atau di di tempat lainnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Menteri Rosan menyebut, proyek Waste for Energy akan memanfaatkan sampah lama, agar seluruh kawasan pengelolaan dapat dibersihkan sepenuhnya.
“Jadi yang dilakukan Waste to Energy-nya atau sampahnya itu yang lamanya pun kita ambil. Jadi harapannya nanti semua, semuanya itu akan bersih, gitu,” jelasnya.
Ketika disinggung perihal seluruh jenis sampah, termasuk plastik, batu, logam, hingga baterai bisa diolah bersama, ia menegaskan prinsip tanpa pemilahan.
Akan tetapi, Menteri Rosan menuturkan, untuk material tertentu seperti logam, proses pengolahannya berbeda.
“Ya, ini bisa, bisa diolah, tapi kan pasti ya kalau yang yang besi mungkin ya beda juga kali mah ya. Tapi pada intinya sampahnya ini tidak perlu dipilah tapi bisa dilakukan secara keseluruhan,” paparnya.














