Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Inilah.com/Vonita).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy (IPP), Aldi Pradana, menilai reshuffle Kabinet Merah Putih yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat bahwa kepala negara tidak ragu melakukan koreksi terhadap pembantunya di pemerintahan.
“Menurut saya ini adalah sinyal juga untuk (reshuffle) pada menteri lainnya, siapa yang berani macam-macam akan dicopot. Saya melihat Menko Perekonomian Airlangga Hartarto perlu dievaluasi juga,” kata Aldi kepada inilah.com saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/9/2025).
Aldi lantas menyoroti sejumlah menteri yang menurutnya perlu dievaluasi. Salah satunya adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menilai, peran Airlangga dalam menggerakkan sektor ekonomi masih belum optimal.
Selain Airlangga, Aldi juga menilai Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni layak diganti. Ia mengkritik penanganan isu pembalakan liar dan pertambangan ilegal di kawasan konservasi yang belum menunjukkan hasil signifikan.
“Permasalahan pembalakan liar dan illegal mining yang terjadi di kawasan konservasi yang tidak bisa diselesaikan oleh Raja Juli, dan di tengah desakan publik mengkritik pemerintah, beredar foto beliau bermain domino dengan tersangka pembakaran liar, ini adalah sesuatu kesalahan dan layak untuk (Raja Juli) diganti,” kata dia.
Aldi juga menyebut Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai perlu dievaluasi. Meski dikenal vokal, kinerjanya sebagai menteri dinilai belum terasa oleh masyarakat.
“Saya merasa bapak presiden masih memberikan kesempatan kepada Pigai untuk melaksanakan tugasnya, kita tahu juga Pigai adalah satu-satunya menteri dari Papua. Menurut saya untuk me-reshuffle menteri di kabinet tentunya tidak mudah,” tutur Aldi.













