Spanyol membuka kemungkinan untuk menarik diri dari Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko apabila Israel tetap diizinkan ikut serta. Sikap ini sejalan dengan desakan pemerintah Spanyol agar Israel dilarang tampil dalam ajang olahraga internasional menyusul serangan brutal di Gaza.
Harian olahraga Marca melaporkan, juru bicara Kelompok Sosialis di Kongres, Patxi López, menyinggung wacana boikot usai sidang parlemen pada Rabu (17/9). Menurutnya, invasi darat Israel ke Jalur Gaza tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Mayoritas masyarakat Spanyol tidak dapat mentolerir gambaran yang kita lihat setiap hari di setiap siaran berita, sementara kita hanya diam,” tegas López. Ia bahkan menyebut tindakan Israel sebagai bentuk genosida, terutama setelah ribuan anak-anak menjadi korban.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, sebelumnya juga menegaskan agar Israel diperlakukan sama seperti Rusia yang dilarang FIFA dan UEFA sejak menginvasi Ukraina pada 2022. “Israel tidak dapat terus menggunakan platform internasional untuk menutupi citranya,” kata Sánchez.
Secara prestasi, Spanyol yang berstatus juara Eropa tengah melaju mulus di kualifikasi Piala Dunia dengan dua kemenangan awal. Israel sendiri berada di peringkat ketiga grup dan masih memiliki peluang untuk lolos lewat jalur play-off.
Sementara itu, laporan terbaru dari Komisi Penyelidikan PBB menyatakan ada indikasi kuat Israel melakukan empat dari lima tindakan genosida sebagaimana didefinisikan dalam hukum internasional.
Tragedi di Gaza juga berdampak besar pada dunia olahraga. Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mencatat lebih dari 800 atlet tewas sejak serangan Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, termasuk 421 pesepak bola. Salah satunya adalah mantan pemain timnas Palestina, Suleiman al-Obaid (41), yang gugur saat menunggu bantuan kemanusiaan.
PFA menambahkan, sekitar 90 persen infrastruktur olahraga di Gaza telah hancur. Dari total 288 fasilitas olahraga yang rusak, 268 di antaranya berada di Gaza, termasuk stadion, pusat kebugaran, klub sepak bola, hingga markas besar federasi.












