Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (kanan) didampingi Rektor Universitas Paramadina, Prof Didik J Rachbini dalam seminar bertajuk Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis yang diselenggarakan Universitas Paramadina di Jakarta, Selasa (9/6/2026).(Foto: Inilah.com/Diana).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK), mengungkapkan melemahnya rupiah dan IHSG disebabkan mulai hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap mata uang Indonesia tersebut.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri seminar bertajuk Kebijakan Ekonomi dan Manajemen Krisis yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
“Kenapa rupiah menurun dan dolar AS naik? Karena banyak orang menyimpan dolar AS. Karena tidak percaya kepada rupiah. Makin banyak orang menyimpan dolar AS, itu berarti nilai rupiah semakin turun, dan orang melepas kepercayaan terhadap rupiah,” kata JK.
Begitu pula kondisi pasar modal yang melemah, ditunjukkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada Januari lalu, IHSG berada di level puncak sekitar 9.000-an. Kini merosot ke posisi 5.700-an, sebelumnya sempat ‘melipir’ ke level terendah 5.342.
“Kalau pasar modal, bursa kenapa turun? Itu masalah kepercayaan. Orang percaya bahwa bursa ini akan untung atau tidak,” ujarnya.
Ia bahkan sempat berseloroh bahwa pasar (market) sebenarnya terdiri atas dua jenis, yakni pasar modal di bursa dan pasar fisik seperti Pasar Senen dan Tanah Abang.
Selanjutnya, JK mengaitkan kondisi pasar fisik dan mal dengan kondisi ekonomi serta daya beli masyarakat yang masih melemah saat ini.
“Banyak orang mengatakan mal masih ramai. Ada tiga alasan pergi ke mal, pertama belanja, kedua makan, atau ketiga pergi ke tempat yang dingin karena ruangannya ber-AC. Kalau mau melihat daya beli di mal menurun, lihat saja berapa banyak orang yang membawa tas belanja,” jelasnya.
Tak hanya itu, dia juga menyoroti maraknya tindak kriminal saat ini yang dikaitkan dengan tingginya angka pengangguran dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Kenapa sekarang makin banyak orang mencuri sepeda motor, ada begal, banyak kriminal? Berarti banyak pengangguran, banyak yang kehilangan pekerjaan lalu susah makan,” kata dia.
Oleh karena itu, menurutnya, kalangan akademisi harus mampu turut menyalurkan pemikiran mereka untuk mencari jalan keluar dari berbagai persoalan yang tengah dihadapi negeri ini.
“Jadi, universitas itu harus menjalankan dua hal. Pertama, mencerdaskan bangsa. Kedua, memberikan pemikiran kepada masyarakat dan pemerintah melalui riset,” pungkasnya.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













