Serangan Israel di Qatar, Upaya Sabotase Perundingan Gaza

Serangan Israel di Qatar, Upaya Sabotase Perundingan Gaza


Serangan udara Israel terhadap Doha, Qatar, bukan sekadar insiden militer biasa. Menurut Aqsa Working Group (AWG), ini adalah upaya sistematis untuk menyabotase perundingan damai yang bertujuan mengakhiri penderitaan rakyat Gaza dan Palestina. Gerakan Zionis ini, kata AWG, adalah terorisme yang berupaya mengintimidasi pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan.

Dalam siaran persnya di Jakarta, AWG mengutuk keras serangan yang dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Mereka mendesak agar Israel dan Amerika Serikat (AS), sebagai pendukung utama, dituntut di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) atas kejahatan perang yang telah mereka lakukan.

Peringatan untuk Negara-negara Dunia

Lebih jauh, AWG menyampaikan simpati dan solidaritasnya kepada Qatar. Mereka mendukung penuh setiap langkah yang diambil Qatar untuk merespons kejahatan Israel yang tak lepas dari dukungan AS. Namun, AWG juga memberikan kritik tajam kepada Qatar. Mereka mendesak agar Qatar segera mengakhiri perjanjiannya yang mengizinkan wilayahnya menjadi pangkalan militer AS.

Menurut AWG, serangan di Qatar ini menjadi peringatan bagi seluruh negara di dunia. Ini menunjukkan bahwa entitas Zionis dapat beroperasi di mana saja, tanpa adanya sanksi berarti. Mengapa? Karena mereka mendapat dukungan penuh dari rezim AS. AWG dengan tegas menyatakan bahwa Zionisme, entitas Israel, dan rezim AS adalah ancaman nyata bagi kedaulatan dan perdamaian dunia.

Akhiri Hegemoni dan Normalisasi

Sudah saatnya, kata AWG, bagi seluruh negara anggota PBB untuk menghentikan hegemoni AS yang terus-menerus melanggar kedaulatan negara lain. AS, dalam pandangan AWG, telah membiarkan, bahkan mendanai genosida dan penjajahan yang dilakukan Zionis Israel terhadap Palestina.

Pihaknya menuntut agar seluruh negara anggota PBB segera mengakhiri hubungan diplomatik dan normalisasi dengan Israel. Ini adalah langkah konkret yang harus diambil untuk menunjukkan perlawanan terhadap kebrutalan.

AWG juga mengingatkan, September ini adalah tenggat yang ditetapkan oleh resolusi Sidang Umum PBB agar Israel angkat kaki dari wilayah Palestina yang diduduki. Jika pendekatan diplomatik tak digubris, maka pendekatan militer adalah langkah yang pantas diambil.

AWG kembali menegaskan, serangan Zionis ini tidak akan membungkam suara global yang membela rakyat Palestina. Justru, serangan ini akan semakin memantik kebencian terhadap entitas Zionis Israel dan seluruh pendukungnya.

“Bahkan, menjadi bahan bakar yang membuat api perlawanan semakin berkobar,” kata AWG.

 

Visited 2 times, 1 visit(s) today