Ilustrasi. (Foto: istock)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dokter spesialis anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, menyoroti satu faktor krusial yang sering diabaikan orang tua dalam menjaga anak dari serangan influenza di tengah cuaca ekstrem: waktu tidur yang cukup.
Menurutnya, banyak orang tua belum menyadari bahwa durasi tidur berdampak langsung tidak hanya pada imunitas, tetapi juga pada kecerdasan anak.
“Banyak orang tua itu kurang menyadari pentingnya tidur anak yang cukup. Karena sebenarnya ini akan memengaruhi tidak hanya kesehatan dan pertumbuhan, tapi juga kecerdasan mereka,” kata dr. Mesty dalam sebuah webinar yang diikuti dari Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Lulusan spesialis kedokteran anak Universitas Indonesia ini menegaskan, di tengah cuaca yang tidak menentu, anak berusia di bawah tujuh tahun sebaiknya memenuhi durasi tidur ideal 10 jam, yang terdiri dari tidur siang dan tidur malam.
Selain tidur, dr. Mesty membagikan lima kiat penting lainnya. Salah satu yang ia tekankan adalah tindakan mencuci hidung menggunakan cairan NaCl untuk mengeluarkan partikel virus dan polusi.
“Banyak orang tua yang bilang enggak tega dok, kasihan anaknya enggak nyaman. Tapi, sebenarnya manfaat dari cuci hidung ini besar banget,” tegas Mesty.
Ia menjelaskan, di kota-kota besar dengan tingkat polusi tinggi, cuci hidung juga berfungsi mengeluarkan partikel polusi yang kerap menjadi iritan dan memperparah gejala radang saat anak terpapar influenza.
Kiat ketiga adalah melengkapi vaksinasi influenza, yang menurut anjuran Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dapat diberikan sejak anak berusia enam bulan.
Keempat, menjaga pola makan bergizi seimbang. Dr. Mesty meminta orang tua fokus memastikan kecukupan makronutrisi (protein, karbohidrat, lemak) dan mikronutrisi (vitamin, mineral) dari makanan utuh, seperti sayur, buah, dan protein hewani.
“Hindari makanan kemasan apalagi yang gulanya tinggi karena itu dapat meningkatkan peradangan di saluran nafas, barrier-nya jadi rusak dan akhirnya virus lebih gampang masuk,” jelasnya.
Kelima, melengkapi kebutuhan vitamin D untuk mendukung daya tahan tubuh. Dosis yang disarankan adalah 400 IU untuk anak usia 0-1 tahun dan 600 IU untuk anak di atas 1 tahun.
Terakhir, dr. Mesty mengingatkan pentingnya penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara konsisten, seperti membiasakan anak mencuci tangan, menerapkan etika batuk, serta menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit.














