Doktif di Polres Jaksel (foto:Inilah.com/Diana)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Dokter detektif (Doktif) mengatakan pencabutan sertifikat mualaf dokter Richard Lee (DRL) hanya pengalihan isu, agar fokus masyarakat teralihkan dari kasus hukum yang menjerat DRL.
“Jadi (soal pencabutan sertifikat mualaf) itu, penggiringan opini, meraih simpati publik lagi agar kalian terlupakan pasal 55 dan TPPU yang seharusnya bisa dikenakan kepada keluarga dari DRL,” ujar Doktif di Polres Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).
Ia menyebut bahwa rekening istri DRL digunakan untuk menerima uang dari hasil penjualan produk skincare “White Tomato”, yang diduga sebuah penipuan. Tapi hingga saat ini, istri DRL tak tersentuh sedikit pun.
“Padahal bukti-bukti jelas membuktikan, video membuktikan istrinya pun menjual yang namanya DNA salmon, tapi kenapa Pasal 55 sampai saat ini belum dikenakan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa DRL telah membuat kebohongan besar, soal tidak adanya permintaan sertifikat mualaf kepada pendakwah Koh Hanny.
“Itu adalah kebohongan besar, kenapa? Karena tidak mungkin Koh Hanny memberikan sertifikat mualaf jika tidak diminta. Logikanya kalau kalian bikin SIM, kalau tidak bikin SIM mungkin tidak polisi ngasih tiba-tiba SIM? Logikanya dipakai,” tegasnya.
Sebelumnya, pendakwah Hanny Kristianto atau yang akrab disapa Koh Hanny telah mencabut sertifikat mualaf dokter Richard Lee (DRL). Namun ia menegaskan pencabutan ini tak berkaitan dengan status keislaman DRL.
Dia justru menyinggung dua hal penting terkait pencabutan sertifikat ini. Pertama, Richard mengaku pernah diundang oleh ulama internasional Zakir Naik untuk konten podcast.
Padahal kata dia, hal tersebut tak pernah terjadi. Bahkan hal ini menyebabkan pihak Zakir Naik mengajukan komplain, karena faktanya Richard yang meminta bertemu dengan ulama kawakan tersebut untuk keperluan podcast.
“Ketika itu timnya menemui saya di Tvone, di studio di Pulogadung, tim kreatifnya minta tolong, ‘Bisa enggak Richard Lee ketemu Zakir Naik untuk ngonten?’ Sedangkan Zakir Naik itu enggak pernah ngonten di podcast. Karena, dia sendiri setiap hari yang nonton ratusan juta orang dari Peace TV-nya,” ungkap Koh Hanny dikutip Kamis (7/5/2026).
Kedua, Koh Hanny menyinggung kebiasaan Richard Lee yang menjadi mualaf namun tak melaksanakan ibadah salat.
“Jadi secara Islam enggak ada itu istilah, ‘Oh orang kalau baru masuk lslam atau mualaf itu enggak salat, wajar’. Enggak bisa. Ketika seseorang syahadat itu, langsung diingatkan kamu harus salat wajib. ‘Bersediakah kamu menjalankan salat?’. ‘lya,” kata dia.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











