Solusi ‘Win-win’ Terus Dicari, Utang Whoosh Warisan Jokowi Jangan Berujung Polemik

Solusi ‘Win-win’ Terus Dicari, Utang Whoosh Warisan Jokowi Jangan Berujung Polemik

Clara Medium.jpeg

Rabu, 22 Oktober 2025 – 00:01 WIB

Presiden Jokowi bersanding dengan kereta Whoosh kebanggaannya. (Foto: Antara).

Presiden Jokowi bersanding dengan kereta Whoosh kebanggaannya. (Foto: Antara).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh warisan pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) masih belum menemukan titik terang.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, skema pembayaran utang menjadi tantangan serius. Dia menyebut telah berkomunikasi dengan sejumlah stakeholder untuk mencari solusi pembayaran utang.

“Kita sama-sama mencari solusi, bagaimana, dan masih terus dikembangkan. Beberapa kali kami juga undang pihak Danantara, tentu Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Dirut KAI dan semua yang saat ini mengawaki KCIC atau Whoosh untuk mencari atau mengembangkan opsinya,” ujar AHY di Kantor Kemenko Infrastruktur, Jakarta, Selasa (21/10/2025).

AHY belum menyampaikan secara rinci terkait solusi atas pembayaran utang itu karena masih terus dikembangkan. Alasannya, dia tak ingin ada polemik antara pihak-pihak terkait.

“Masih ada opsi tentunya prasarana ditanggulangi oleh pemerintah, tapi juga masih ada opsi bahwa sudah Danantara bisa take over dan lain-lain ya. Saya tidak ingin menjadi polemik antara pemerintah seperti berhadap-hadapan dengan swasta, dengan Danantara atau BUMN, karena sama-sama kita ingin mencari solusi yang terbaik. Ini arahan dari Bapak Presiden dan saya sedang mengawal isu ini bersama teman-teman yang lain,” jelas dia.

Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) tiba-tiba menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) adalah barang busuk, sangatlah aneh. Pada 2021, Jokowi menunjuk Luhut sebagai Ketua Komite Proyek KCJB.

Dalam sebuah diskusi bertema setahun kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran di sebuah hotel megah di Jakarta, Kamis (16/10/2025), Luhut tiba-tiba berkomentar miring soal Kereta Whoosh, dulunya bernama KCJB.

Padahal, Luhut adalah bagian dari proyek Kereta Whoosh yang saat ini bikin gaduh. Lantaran, beban utang dari pembangunan kereta cepat senilai US$7,27 miliar. sangat membebani anggaran. “Saya yang sedari awal mengerjakan itu (proyek KCJB), saya nerima sudah busuk itu barang (Kereta Whoosh),” tegas Luhut.

Mengingatkan saja, lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 93 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana KCJB, Jokowi menunjuk Luhut sebagai Ketua Komite Proyek KCJB. Beleid itu diteken pada 6 Oktober 2021.

Selanjutnya, pasal 3A perpres itu, menyebut 3 anggota Komite Proyek KCJB yakni Menteri BUMN, Erick Thonir; Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati; dan Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

Saat masih menjabat Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) era Jokowi, Luhut sangat menyanjung keberadaan Kereta Whoosh. Dia bilang, kereta cepat ini merupakan keberhasilan pemerintahan Jokowi, dalam mewujudkan transportasi modern yang cepat.

“Pada hari ini kita patut berbahagia dan berbangga hati, karena Indonesia menorehkan tinta sejarah baru dalam dunia perkeretaapian modern,” kata Luhut saat peresmian Kereta Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta, Senin (2/10/2023).

Luhut mengaku menerima penugasan langsung dari Presiden Jokowi untuk melanjutkan pembangunan proyek KCJB di akhir 2019. Mulai soal pembebasan lahan, koordinasi yang tidak bagus, hingga kesulitan pendanaan akibat pandemi COVID-19.

“Tentu tidak heran banyak pihak yang pesimis proyek ini bisa diselesaikan. Tapi saya ingin melaporkan Presiden, Bapak memberikan semangat kepada kami untuk menyelesaikan kereta api ini,” kata Luhut.

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu langsung melontarkan sindiran tajam kepada Luhut, lewat akun media sosial (medsos). “Mulai buang badan. Hahaha. Ada yang mulai buang badan,” tulis Said Didu, dikutip Minggu (19/10/2025).

Sementara, pakar komunikasi Hendri Satrio menilai, pernyataan Luhut justru membuka tabir lama tentang bagaimana proyek strategis nasional itu dikelola di masa pemerintahan sebelumnya. “Pernyataan Luhut justru membuka tabir ‘busuk’ pemerintahan sebelumnya,” kata Hensat, sapaan akrabnya lewat akun pribadinya di medsos X.

Topik
Komentar

Visited 10 times, 1 visit(s) today