Pemerintah AS resmi memperpanjang kembali tenggat waktu untuk menentukan apakah TikTok akan diblokir permanen atau diizinkan beroperasi di AS hingga September 2025. (Foto: Freepik)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dilaporkan mencapai kemajuan dalam pembahasan soal masa depan aplikasi video pendek TikTok. Keduanya juga berencana bertemu tatap muka dalam enam pekan ke depan di Korea Selatan untuk membicarakan isu perdagangan, narkoba ilegal, hingga perang Rusia–Ukraina.
Percakapan telepon selama dua jam itu merupakan kontak pertama dalam tiga bulan terakhir antara kedua pemimpin. Meski disebut menurunkan tensi, kesepakatan final terkait TikTok belum sepenuhnya jelas.
Trump menyebut Xi telah menyetujui kerangka kesepakatan yang memungkinkan TikTok tetap beroperasi di AS, dengan syarat aset perusahaan di negara itu dialihkan dari induk asal China, ByteDance, ke pemilik baru berbasis Amerika.
“Kesepakatan TikTok sudah di jalur yang tepat,” kata Trump di Gedung Putih, Kamis (19/9) dikutip dari Reuters.
Di sisi lain, pernyataan resmi pemerintah China tidak menyebutkan persetujuan formal. Beijing menegaskan posisi mereka konsisten: menghormati keputusan perusahaan terkait dan menolak diskriminasi terhadap perusahaan asal China.
Rencana pertemuan Trump–Xi akan berlangsung di sela-sela forum APEC pada 31 Oktober di Gyeongju, Korea Selatan. Trump juga mengumumkan rencana kunjungan ke China awal tahun depan, sementara Xi akan dijadwalkan datang ke AS setelahnya.
Kesepakatan soal TikTok masih menyisakan sejumlah pertanyaan penting, termasuk struktur kepemilikan baru, kendali atas algoritma, hingga apakah pemerintah AS akan mendapat kursi dewan di perusahaan tersebut. Trump bahkan membuka kemungkinan AS menarik “biaya broker” bernilai miliaran dolar dari kesepakatan ini.
Selain TikTok, kedua pemimpin juga membicarakan isu perdagangan yang masih terjebak perang tarif, serta tuntutan Washington agar Beijing menindak ekspor bahan kimia terkait fentanyl yang memicu krisis overdosis di AS.
Trump menegaskan dirinya melihat Xi memiliki keinginan agar perang Rusia–Ukraina segera berakhir. Namun, isu lain seperti Taiwan dan Laut China Selatan tidak masuk dalam pernyataan resmi kedua pihak.
Dengan tekanan Kongres yang memberi batas hingga Januari 2025 untuk menjual aset TikTok atau menghadapi pemblokiran, negosiasi Trump–Xi dipandang sebagai momen krusial yang menentukan apakah aplikasi populer itu bisa terus beroperasi di pasar AS.














