Aktris Wanda Hamidah saat menuju Gaza, Palestina menggunakan kapal. (Dokumentasi: Tangkapan layar dari Instagram Wanda Hamidah)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Cobaan silih berganti menerpa Wanda Hamidah dalam misi kemanusiaannya menginjakkan kaki di Gaza, Palestina.
Setelah beberapa kali terdampar baik di Tunisia, hingga Italia, kini beberapa persoalan lain menimpa rombongan kapal Kaiser yang ditumpanginya yakni kehilangan sosok kapten.
Dalam unggahan terbarunya di Instagram, Wanda menyebut insiden itu bukan hanya dialami rombongan kapalnya, tetapi juga menimpa enam kapal lain yang ikut berlayar.
“Sudah lupa hari, tanggal, dan bulan. Sudah 2 minggu di Tunisia, 2 minggu di Portopalo, Sicilia. 7 kapal (X1, Yemen, Keisar, Alla Dienne, Tico, Essia, Kamar) tidak lagi melanjutkan perjalanan karena kerusakan/ketidaksiapan kapal dan karena masalah kapten kapal (yang kabur/ingin membawa kabur kapal, dll),” kata Wanda dikutip inilah.com dari akun Instagramnya, Senin (29/9/2025).
Lebih lanjut, Wanda bercerita setiap hari selalu ada saja berbagai macam intimidasi dan tekanan kepada rombongannya agar pergi meninggalkan kapal.
Pihak-pihak yang mengintimidasi itu berharap Wanda dan rombongan angka kaki supaya mereka bisa memereteli kapal, membawa kabu atau menjual kapal-kapal yang bersandar di Portopalo, Italia.
Wanda mengaku Portopalo adalah pelabuhan yang amat sangat tidak aman. Hampir semua kapal, kata dia, mengalami kejadian tidak mengenakkan termasuk pencurian barang-barang berharga.
“Laptop, monitor, GPS, dll jadi barang curian. Bahkan hari ini kapal Kamar ditumpahi bensin kapal oleh orang yang tidak dikenal,” katanya.
Sementara Wanda dan rombongan saat ini memilih menumpangi Kapal Sumud Nusantara, di Pelabuhan Marzamemi, yang jauh lebih aman dari Portopalo, Sicilia.
Beberapa hari ini, Wanda akan berusaha mempertahankan Kapal Nusantara yang dimiliki oleh Sumud Nusantara (Malaysia, Indonesia, Maldives, Pakistan), sambil melakukan perbaikan dan menseleksi kapten atau co-captain hingga mekanik baru di kapal mereka.
“14 orang dari berbagai kapal yang stranded yaitu Kamar, Essia, Alla Dienne, Keisar, dari 7 negara akan bersatu dalam Kapal Nusantara, akan segera berlayar malam ini, paling lama esok hari, Insha Allah,” paparnya.
“Doakan kami berhasil berlayar mengarungi Laut Mediterania. Gaza we hear you, we see you, we will come to you,” ujarnya.














