Mentan Amran Ungkap Proyeksi FAO: Produksi Beras RI Terbesar Kedua di Dunia Setelah Brasil

Mentan Amran Ungkap Proyeksi FAO: Produksi Beras RI Terbesar Kedua di Dunia Setelah Brasil

Vonita Medium.jpeg

Kamis, 9 Oktober 2025 – 22:30 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. (Foto: Antara/Maria Cicilia Galuh)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman semringah dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (Food and Agruculture Organization/FAO) yang menyebut produksi beras Indonesia, terbesar kedua di dunia setelah Brasil.

“Ini menarik produksi kita oleh FAO diprediksi kenaikannya adalah nomor dua terbesar dunia setelah Brazil, ini FAO,” kata Mentan Amran saat konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025).

Dia menjelaskan, data Badan Pusat Statistik (BPS), menyatakan, hingga saat ini, produksi beras nasional mencapai 33,1 juta ton, sepanjang Januari hingga November 2025.

Angka ini, diperkirakan meningkat menjadi 34 juta ton hingga akhir tahun, atau naik signifikan ketimbang produksi tahun lalu yang mencapai 30 juta ton.

“Dan hari ini, sampai dengan hari ini produksi kita hari ini 33,1 juta ton sesuai BPS. Januari sampai dengan November. Perkiraan produksi yaitu 34 juta ton di akhir tahun, dibandingkan tahun lalu produksi kita 30 juta ton,” ujarnya.

Mentan Amran juga mengungkapkan kabar baik, terkait stabilitas beras. Dikatakan, produksi beras dalam negeri menimbulkan penurunan harga alias deflasi, sebesar minus 0,13 persen. “5 tahun terakhir ini pertama di bulan September di saat paceklik itu bisa ditunjukkan datanya, data inflasi 0,13, minus 0,13%,” ucapnya.

Berdasarkan data ini, Mentan Amran menyatakan, tingkat kesejahteraan petani menunjukkan peningkatan signifikan. Di mana, Nilai Tukar Petani (NTP) yang saat ini, mencapai 124,36 persen, jauh melampaui target pemerintah yang ditetapkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebesar 110 persen.

“Kemudian bisa dibuka inflasi, NTP kita, tingkat NTP adalah nilai tukar petani, kesejahteraan petani naik target kementerian keuangan pada kami yaitu 110 persen, alhamdulillah hari ini NTP 124,36 persen. Jadi di atas target,” tuturnya.

Dari sisi produksi, Mentan Amran menyampaikan bahwa capaian nasional juga melampaui target yang telah ditetapkan Komisi IV DPR dan Kemenkeu sebesar 32 juta ton. Hingga saat ini, produksi sudah mencapai 33,1 juta ton, dan diperkirakan menembus 34 juta ton pada akhir tahun.

“Begitu juga produksi kita target dari DPR komisi IV dan kementerian keuangan yaitu 32 juta ton. Alhamdulillah sekarang sudah 33,1 dan bulan depan Insyaallah akhir tahun nanti itu minimal 34 juta ton. Ini kabar baik untuk petani Indonesia. Jadi ada peningkatan 4 juta ton,” paparnya.

Topik
Komentar

Visited 5 times, 1 visit(s) today