Nico Paz dari Como 1907 berebut bola dengan Marcus Thuram dari FC Internazionale selama pertandingan Serie A antara Como 1907 dan FC Internazionale di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada 12 April 2026 di Como, Italia. (Foto oleh Marco Luzzani/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Laga dramatis hujan tujuh gol tersaji di Stadion Giuseppe Sinigaglia. Inter Milan sukses mencatatkan comeback luar biasa dari ketertinggalan dua gol untuk menumbangkan tuan rumah Como dengan skor 4-3 pada lanjutan Serie A, Minggu (12/4) waktu setempat.
Kemenangan krusial ini semakin mengokohkan posisi Nerazzurri di puncak klasemen sementara Liga Italia dengan keunggulan sembilan poin. Sebaliknya, kekalahan menyakitkan di hadapan publik sendiri memaksa skuad asuhan Cesc Fabregas merosot ke peringkat kelima.
Tampil tanpa kapten Lautaro Martinez dan Yann Bisseck yang absen karena cedera, pelatih Inter, Cristian Chivu, memberikan kepercayaan kepada Francesco Pio Esposito dan Francesco Acerbi untuk tampil sejak menit awal. Di kubu lawan, Como yang memburu tiket Liga Champions merespons dengan menurunkan formasi sangat menyerang (all-attack).
Kejutan Tuan Rumah di Babak Pertama
Tuan rumah sempat membuat Inter Milan kewalahan dan berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-36. Tembakan Nico Paz hasil skema serangan balik cepat berhasil ditepis satu tangan oleh kiper Yann Sommer, namun bola muntah langsung disambar oleh Alex Valle menjadi gol.
Delapan menit berselang (44′), Nico Paz menggandakan keunggulan Como menjadi 2-0. Memanfaatkan umpan panjang akurat dari kiper Jean Butez, Paz melepaskan tembakan melengkung ke sudut bawah gawang yang tak mampu dijangkau sempurna oleh Sommer.
Namun, mentalitas juara Inter mulai terlihat sesaat sebelum jeda. Tepat pada masa injury time babak pertama (45+1′), Marcus Thuram berhasil memperkecil ketertinggalan setelah memenangi duel fisik dengan Ignace van der Brempt untuk menyodorkan umpan silang mendatar Nicolo Barella ke dalam gawang.
Amukan Inter dan Drama Menit Akhir
Memasuki babak kedua, Inter Milan langsung tancap gas dan menyamakan kedudukan pada menit ke-49. Berawal dari blunder Marc-Oliver Kempf yang memotong umpan Barella namun tak menyadari posisi Thuram, striker asal Prancis itu dengan mudah melob bola ke gawang kosong karena kiper Butez sudah telanjur keluar dari sarangnya.
Momentum sepenuhnya berbalik ke arah tim tamu. Bek sayap asal Belanda, Denzel Dumfries, tampil sebagai pahlawan dengan mencetak dua gol tambahan (brace). Pada menit ke-58, ia menyundul bola masuk memanfaatkan skema tendangan bebas Hakan Calhanoglu di tiang jauh. Dumfries kemudian memperbesar keunggulan menjadi 4-2 pada menit ke-72 usai menyambar umpan sundulan Manuel Akanji di dalam kotak penalti.
Menjelang akhir laga, Como tak menyerah dan memberikan perlawanan sengit. Pada menit ke-89, pelanggaran terhadap Nico Paz berujung pada hadiah penalti yang sukses dieksekusi oleh Lucas Da Cunha ke sudut bawah gawang.
Drama memuncak di masa injury time ketika bek Como, Alberto Moreno, nyaris menggagalkan kemenangan Inter. Ia mendapatkan dua peluang emas beruntun, namun sundulannya masih melenceng dan sontekan jarak dekatnya secara dramatis hanya membentur mistar gawang. Skor 4-3 untuk kemenangan Inter Milan pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













