Produsen kendaraan listrik China, BYD, dalam waktu lima tahun ingin melampaui posisi produsen mobil Jepang, Toyota, sebagai pembuat mobil terlaris di dunia tanpa mengandalkan pasar Amerika Serikat (AS).
Mengutip CarNewsChina, Jumat (17/7/2026), Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li menyampaikan pernyataan berani itu tidak lama setelah BYD mencapai volume produksi kumulatif 17 juta kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV).
Dia mengatakan kepada Financial Times bahwa target tersebut ditetapkan berdasarkan pertumbuhan organik yang telah dicapai oleh perusahaan. Menurut dia, target itu dapat dicapai tanpa bergantung pada pasar AS, yang pemerintahnya memberlakukan tarif tinggi pada mobil buatan China.
Fokus Ekspansi dan Tolak Akuisisi
Stella Li juga menyatakan bahwa BYD tidak perlu mengakuisisi produsen mobil lain untuk meningkatkan penjualan dan merebut posisi teratas dari Toyota.
Walaupun tidak mengesampingkan kemungkinan mengakuisisi merek mewah Eropa jika ada peluang yang sesuai di masa depan, perusahaan saat ini belum menetapkan target akuisisi spesifik.
Pendiri sekaligus Ketua BYD, Wang Chuanfu, bulan lalu juga menyampaikan target perusahaan untuk melampaui Toyota dalam lima tahun dan menjadi produsen mobil terlaris di dunia.
Menurut dia, target tersebut dapat dicapai dengan pengembangan teknologi pengisian daya cepat dan peningkatan pesat penjualan kendaraan di pasar luar negeri.
Peta Persaingan Global
BYD telah meningkatkan kehadirannya di pasar luar negeri dengan fokus pada pasar Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Australia.
Sebagai perbandingan, sepanjang tahun 2025, BYD menjual 4,55 juta kendaraan secara global. Sedangkan Toyota selama kurun waktu tersebut membukukan angka penjualan 10,5 juta unit mobil, tidak termasuk kendaraan merek Daihatsu dan Hino.
Pada tahun 2026 ini, BYD menargetkan angka penjualan global kendaraan energi barunya mencapai 5 juta hingga 5,5 juta unit, termasuk 1,5 juta unit di pasar luar negeri.
Akselerasi Produksi dan Tantangan Domestik
BYD dalam beberapa tahun terakhir terus berusaha mempercepat laju produksinya. Perusahaan ini telah memproduksi 1 juta kendaraan energi baru pada Mei 2021 dan mencapai angka produksi 10 juta kendaraan pada November 2024.
Selanjutnya, perusahaan hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk meningkatkan produksi dari 15 juta menjadi 17 juta unit.
Menurut data China EV DataTracker, pada semester pertama 2026, BYD menjual 1.777.321 kendaraan secara global, atau turun 16,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Angka pengirimannya di pasar domestik China juga turun 45,9 persen menjadi 795.169 unit.
Namun, pertumbuhan penjualan di pasar internasional diperkirakan dapat mengimbangi penurunan penjualan mobil BYD pada paruh kedua tahun 2026.














