Kakek pemilik akun TikTok Toko Pa Pitono memilih menolak rencana donasi yang muncul setelah kisahnya viral di media sosial. Ia justru ingin tetap berjualan untuk mendapatkan penghasilan dan meminta warganet cukup memberikan doa serta dukungan.
Sebelumnya, aktivitas sang kakek saat melakukan siaran langsung untuk menjual pakaian menjadi sorotan setelah sejumlah warganet melontarkan komentar negatif. Ia diketahui menjual berbagai jenis pakaian, mulai dari baju hingga celana kulot.
Komentar yang paling membuatnya bereaksi adalah tudingan bahwa pakaian yang dijual merupakan barang bekas. Sang kakek kemudian memberikan klarifikasi melalui siaran langsung dengan tetap menggunakan bahasa yang sopan.
“Maaf ya, Nak. Kalau jualan bapak apa adanya. Tapi yang bapak jual bukan sampah atau barang bekas,” tulisnya.
Potongan video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Banyak warganet merasa prihatin dengan komentar yang diterima sang kakek. Dukungan pun berdatangan, termasuk dari aktor Dimas Seto yang mengaku sedih sekaligus geram melihat kakek tersebut menjadi sasaran hujatan.
Viralnya kisah Toko Pa Pitono kemudian membuat sejumlah warganet berniat menggalang donasi untuk membantu sang kakek.
Namun, sang kakek justru memilih menolak bantuan dalam bentuk pengumpulan dana. Ia mengatakan sejak awal memang memiliki niat untuk berjualan dan mendapatkan penghasilan dari usaha tersebut.
Kakek Toko Pa Pitono Tolak Donasi
Melalui akun TikTok @toko.pa.pitono, sang kakek menyampaikan apresiasinya kepada warganet yang berniat membantu. Namun, ia merasa penggalangan dana bukan bentuk bantuan yang sesuai dengan keinginannya.
“Niat kakek dari awal memang berjualan agar kakek mendapat penghasilan. Tapi kakek sangat menghargai niat orang-orang baik yang sudah kenal kakek,” ujarnya.
Ia memahami bahwa rencana donasi tersebut muncul dari niat baik. Meski demikian, sang kakek tetap meminta agar warganet tidak mengumpulkan dana atas namanya.
“Buat kalian yang punya niat baik membantu kakek secara langsung atau tidak langsung untuk membantu dengan mengumpulkan semacam dana, kakek sangat berterima kasih. Tapi kakek di sini kurang setuju ya,” katanya.
Menurutnya, keputusan tersebut bukan berarti ia menolak kepedulian masyarakat. Ia justru mengaku bersyukur karena kisahnya mendapat perhatian dan banyak orang menunjukkan kepedulian.
Cukup Doa dan Dukungan
Alih-alih meminta donasi, sang kakek mengatakan bentuk dukungan yang paling ia harapkan adalah doa. Warganet juga dipersilakan membeli barang dagangannya jika memang membutuhkan, tetapi ia menegaskan pembelian tersebut bukan kewajiban.
“Harapan kakek, bantuan kalian cukup dengan doa dan kasih dukungan. Kalau pun kalian punya rezeki, kalau mau check out silakan. Kakek tidak mengharuskan kalian beli. Kasih dukungan dan doa saja, kakek sudah bersyukur,” ungkapnya.
Sikap tersebut menunjukkan keinginannya untuk tetap mendapatkan penghasilan dari usaha yang dijalankan sendiri, bukan mengandalkan pemberian.
Ia juga mengaku bersyukur masih banyak orang yang memberikan dukungan setelah dirinya menjadi sorotan.
“Biarlah kakek teruskan jualan ini dengan cara kakek sendiri dan kakek sangat bersyukur masih ada orang-orang baik seperti kalian,” tuturnya.
Kisah Toko Pa Pitono pun mendapat respons positif dari banyak pengguna media sosial. Di tengah perdebatan mengenai etika berkomentar di media sosial, sikap sang kakek yang memilih tetap bekerja dan mencari rezeki melalui jualan menjadi perhatian tersendiri.














