Anomali Laga Italia vs Israel: Jumlah Demonstran Diprediksi Dua Kali Lipat dari Penonton

Anomali Laga Italia vs Israel: Jumlah Demonstran Diprediksi Dua Kali Lipat dari Penonton

Ibnu Medium.jpeg

Kamis, 9 Oktober 2025 – 03:10 WIB

Demonstran pro-Palestina berjalan di depan Koloseum Roma, Sabtu, 4 Oktober 2025, dalam pawai yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza. (Foto: AP/Alessandra Tarantino)

Demonstran pro-Palestina berjalan di depan Koloseum Roma, Sabtu, 4 Oktober 2025, dalam pawai yang menyerukan diakhirinya perang di Gaza. (Foto: AP/Alessandra Tarantino)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pertandingan krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona eropa antara Italia dan Israel yang akan digelar di Udine pekan depan diperkirakan akan diwarnai tensi tinggi di luar lapangan. Otoritas keamanan mengantisipasi jumlah demonstran pro-Palestina di luar stadion akan jauh melampaui jumlah penonton di dalam arena.

Kekhawatiran ini meningkat setelah para pengunjuk rasa mendatangi pusat latihan tim nasional Italia di Florence pekan lalu. Mereka menuntut agar pertandingan dibatalkan sebagai bentuk protes terhadap perang di Gaza. Aksi tersebut merupakan bagian dari unjuk rasa nasional yang diikuti oleh jutaan aktivis di seluruh Italia.

Pelatih timnas Italia, Gennaro Gattuso, mengakui bahwa timnya tidak akan menghadapi situasi yang mudah.

“Ini tidak akan menjadi lingkungan yang tenang,” kata Gattuso dalam konferensi pers, Selasa (7/10). 

“Akan ada 10.000 orang di luar stadion dan hanya 5.000-6.000 orang di dalam stadion,” sambungnya.

Prediksi Gattuso didukung oleh data penjualan tiket yang lambat. Hingga Senin lalu, baru 4.000 tiket yang terjual untuk pertandingan yang akan dilangsungkan di Stadio Friuli tersebut.

Meskipun UEFA sempat mempertimbangkan untuk menangguhkan Israel dan Walikota Udine, Alberto Felice De Toni, menyerukan agar pertandingan ditunda, Italia menegaskan laga harus tetap berjalan. Hal ini disebabkan oleh posisi genting Italia yang berjuang mati-matian untuk lolos ke Piala Dunia dan menghindari kegagalan untuk ketiga kalinya secara beruntun.

“Kami harus memainkan pertandingan ini. Karena jika tidak, kami akan kalah 3-0 (WO),” tegas Gattuso, merujuk pada aturan pertandingan yang dibatalkan. “Presiden federasi (Gabriele Gravina) sudah menjelaskannya dengan sangat baik.”

Gattuso juga mengungkapkan simpatinya terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi. “Sangat menyedihkan melihat apa yang terjadi pada orang-orang dan anak-anak yang tidak bersalah. Hati Anda ikut sakit,” ujarnya.

Secara matematis, pertandingan ini sangat vital. Italia dan Israel sama-sama mengoleksi poin yang sama, tertinggal enam poin dari pemimpin grup, Norwegia. Hanya juara grup yang akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026, sementara peringkat kedua harus melalui babak playoff—tahap di mana Italia tersingkir dalam dua edisi Piala Dunia sebelumnya.

Aksi protes serupa juga diperkirakan akan terjadi saat Israel melawat ke Norwegia pada hari Sabtu. Sebagai bentuk solidaritas, federasi sepak bola Norwegia telah berjanji akan menyumbangkan seluruh keuntungan dari penjualan tiket pertandingan di Oslo untuk bantuan kemanusiaan di Gaza.

Topik
Komentar

Visited 2 times, 1 visit(s) today