Rizky Ridho mencium logo Persija Jakarta setelah mencetak gol untuk klub berjuluk Macan Kemayoran itu. (Foto: Instagram @rizkyridhoramadhani)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza meminta dua pemainnya, Rizky Ridho dan Jordi Amat, segera melupakan kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Ia menegaskan, keduanya kini harus kembali fokus membantu Macan Kemayoran meraih kemenangan di Super League.
Ridho dan Amat menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia yang tampil di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran keempat. Ridho sempat tampil menghadapi Irak, sementara Amat tidak mendapat menit bermain.
“Saya tidak melihat hal itu (tekanan-red) di mereka. Jordi saat ini sudah berumur 34 tahun, sedangkan Rizky Ridho sudah beberapa kali bermain di Timnas Indonesia juga,” kata Souza usai memimpin sesi latihan Macan Kemayoran, Rabu (15/10/2025).
“Jadi, mereka harus cepat move on dari hal itu karena sudah lewat. Memang, seluruh Indonesia berharap jika Timnas lolos ke Piala Dunia, tapi sayangnya tidak,” kata Souza lagi.
Souza tak menampik, Persija punya harapan lebih kepada Ridho dan Amat untuk membawa skuad Garuda lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Sayang, harapan itu urung terwujud. Akan tetap Macan Kemayoran meyakini keduanya sudah memberikan penampilan terbaik.
“Saya yakin mereka memberikan 100 persen untuk Timnas ketika di sana. Tapi sekarang saatnya fokus ke klub, karena kita harus kembali ke jalur kemenangan,” ucap Souza.
Menurut Souza, sepak bola bukan semata soal hasil akhir, tapi tentang performa dan konsistensi di lapangan. Ia mencontohkan laga terakhir Persija melawan Borneo FC, di mana timnya sebenarnya tampil dominan namun kurang tajam di depan gawang.
Nahas, tim asuhannya harus pulang dengan tangan hampa setelah menelan kekalahan 1-3 di kandang Pesut Etam, julukan Borneo FC.
“Sepak bola menurut saya dilihat dari performa. Performa bagus membawa kemenangan, dan performa yang buruk membawa kekalahan. Kalau kita sedikit lebih baik dalam hal bertahan ketika melawan Borneo FC, kita punya peluang besar untuk menang,” tuturnya.
“Kita mencetak 24 peluang untuk mencetak gol saat itu, sedangkan mereka hanya 12 kali. Tapi dari 12 kesempatan itu, mereka mencetak tiga gol, sedangkan kami dari 24 hanya satu. Jadi, tim ini punya peluang besar, tinggal penyelesaian akhirnya saja. Ini bukan masalah mental, hanya soal fokus dan kembali ke jalur kemenangan,” pungkas Souza.














