Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Minggu (17/5/2026). Sekolah Rakyat Brebes merupakan bagian dari pembangunan tahap II dan menjadi daerah yang langsung membangun sekolah permanen tanpa melalui sekolah rintisan. (Foto: Biro Humas Kemensos / Bayu Aprianto)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono meninjau langsung progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026). Pemerintah menargetkan sebagian bangunan sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Juni 2026.
Sekolah Rakyat di Brebes menjadi bagian dari pembangunan tahap II dan termasuk daerah yang langsung membangun fasilitas permanen tanpa melalui tahap sekolah rintisan.
“Yang penting target 20 Juni harus tercapai,” ujar Agus Jabo saat meninjau lokasi pembangunan.
Dalam kunjungan tersebut, Agus Jabo didampingi Bupati Paramitha Widya Kusuma, Wakil Bupati Brebes Wurja, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Jawa Tengah Affi Triato, Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Brebes Hendrik Maulana, serta jajaran Kementerian Sosial.
Pemerintah menargetkan kapasitas awal sekolah mencapai sekitar 300 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Agus Jabo meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi agar pembangunan dapat selesai sesuai jadwal.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Wilayah Jawa Tengah, Affi Triato, menjelaskan progres pembangunan saat ini telah mencapai 18 persen.
“Saat ini tenaga kerja sekitar 850 orang dan dalam dua minggu ke depan ditargetkan mencapai 1.300 orang ketika pekerjaan arsitektural mulai berjalan,” ujar Affi.
Sementara itu, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menyampaikan apresiasi atas pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya.
“Terima kasih, akhirnya Brebes punya Sekolah Rakyat,” katanya.
Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 8 hektare dan akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti ruang belajar, asrama, lapangan upacara, mini soccer, rumah ibadah, dan fasilitas pendukung lainnya.
Selain meninjau pembangunan fisik, Agus Jabo juga memastikan proses rekrutmen calon siswa berjalan sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah. Hingga saat ini, tim penjangkauan telah memperoleh 165 calon siswa dari target 270 siswa.
Ketua Tim PKH Brebes Hendrik Maulana menjelaskan proses rekrutmen dilakukan melalui penjangkauan langsung berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya keluarga desil 1 dan desil 2.
“Tidak ada titip-titipan. Kami melakukan penjangkauan sesuai prosedur dan kriteria yang sudah ditetapkan,” ujar Hendrik.
Dari jumlah tersebut, sementara tercatat 13 calon siswa tingkat SD, 71 siswa SMP, dan 81 siswa SMA telah menyatakan kesediaannya mengikuti program Sekolah Rakyat.
Agus Jabo meminta pendamping PKH terus berkoordinasi dengan dinas sosial dan perangkat desa agar proses penjangkauan tepat sasaran.
“Kawan-kawan pendamping PKH, silakan berkoordinasi dengan dinas sosial dan perangkat desa karena mereka mengetahui warga yang berada di desil 1 atau desil 2. Supaya jangkauannya tepat sasaran berdasarkan DTSEN,” katanya.
Ia menegaskan pendamping PKH menjadi ujung tombak dalam proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat.
“Mari kita berbakti buat bangsa dan rakyat supaya kemiskinan bisa teratasi,” lanjut Agus Jabo.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Paramitha juga membagikan 500 paket makanan kepada pekerja proyek dan warga sekitar sebagai bentuk syukuran ulang tahun Agus Jabo.
“Mohon didoakan agar beliau selalu sehat dan terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” ujar Paramitha.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.














